4 Penjambret 1 Penadah Diamankan

MEDAN-M24 | Polsek Medan Baru mengungkap kasus pelaku curas (Jambret). Empat orang diamankan dan satu orang wanita sebagai penadah barang hasil rampasan.

“Yang pertama pelaku jambret kita amankan dua orang pada hari Minggu (22/7) pukul 23.30 WIB dengan nama tersangka Marko Oktavianus Sagala (23) warga Jln Pabrik Tenun No 96, Kel Sei Putih Tengah, Kec Medan Petisah/Jln Parang IV Gang Purba, Kel Kwala Bekala, Kec Medan Johor dan Aditya Ardiansyah (21) warga Jln Belanga No. 12 E, Kel Sei Putih Tengah,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing SIK, Rabu (25/7).

Dia menambahkan, para tersangka ditangkap atas laporan korban dengan no : LP/887/VII/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Baru tanggal 22 Juli 2018.

Loading...

“Atas peristiwa itu,korban melaporkan ke polsek medan baru dan Petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil diketahui keberadaan seorang pelaku bernama Marko Oktavianus Sagala ,”Jelasnya.

Lanjut Martuasah, pada saat pengembangan tersebut, pelaku atas nama Aditya Ardiansyah berusaha melawan petugas dan melarikan diri sehingga pelaku dilumpuhkan dengan menembak kedua kakinya. Dari hasil introgasi kepada tersangka Adit sudah beberapa kali dilakukan penjambretan di wilayah hukum Polsek Medan Baru.

“Barang bukti kita amankan berupa 1 unit Honda Beat Hitam les merah BK 6177 AGT dan 1 unit HP merk Samsung Note 8,” jelasnya.

Selasa (24/7) sekira pukul 17.00 WIB petugas mengamankan dua pelaku curas (Jambret) atas laporan korban dengan no : LP/901/VII/2018/SU/Polrestabes Medan/Sek Medan Baru tanggal 24 Juli 2018.

“Pelaku bernama Noki Suhendra (30) warga Jln Jawa Lorong Balai Desa No 21, Kel Sei Kambing C, Kec Medan Helvetia dan Bayu Hermawan (24) warga Jln Sei Mencirim, Desa Sunggal Kanan, Kec Sunggal/ Jln Banteng Lorong Sederhana No. 1, Kel Sei Kambing C, Kec Helvetia,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, telah melakukan tindak pidana yang lain di wilkum Polsek Medan Baru. “Pelaku telah kita amankan bersama barang bukti berupa 1 unit Satria FU BK 4085 AGS,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dikenakan pasal 365 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan pertolongan jahat (penadah) dikenakan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (ali)

Loading...