6 Tahun Diburon, Mantan Bupati Sergai Ditangkap di Bogor

MEDAN-M24 | Setelah diburon selama 6 tahun, Chairullah yang merupakan mantan Bupati Sergai, ditangkap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sabtu (25/8) dini hari. Chairullah merupakan terpidana korupsi proyek bantuan pembinaan keamanan ketertiban Pemilu tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan Kabupaten Deliserdang tahun 2004.

Penangkapan dipimpin oleh Asintel Leo Simanjuntak di Jln Kalisuren Perumahan Griya Kalisuren Blok A2, Desa Kalisuren, Bogor.

Menurut Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian menjelaskan kasus ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 miliar lebih. Perbuatan itu dilakukan Chairullah saat menjabat Sekda Deliserdang pada tahun 2004.
“Terpidana merupakan buronan Kejaksaan Negeri Lubukpakam Sumut sesuai surat permohonan Kajari Lubukpakam Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 Tanggal 23 April 2012,” ungkap Sumanggar.

Loading...

Dijelaskannya, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009 Tanggal 21 Agustus 2010, Chairullah yang juga penggagas berdirinya Kab Sergai, dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp50 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp2 miliar lebih dan subsidair 1 tahun penjara.

“Berdasarkan putusan MA ini, dia dinyatakan terbukti secara secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan sebagai perbuatan berlanjut dalam kasus tersebut. Namun, Chairullah melarikan diri hingga akhirnya ditetapkan sebagai buronan pada 2012,” ujarnya.

Saat penangkapan berlangsung, tim intelijen Kejatisu terlebih dahulu melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan Chairullah dan keluarganya agar dengan kooperatif dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung.

“Chairullah dibawa langsung menuju Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta dan tiba di Bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang, Sumut, tadi pagi,” urainya.

Selanjutnya, tim intelijen memboyong Chairulah dari Bandara Kualanamu ke Kejatisu untuk diproses administrasi. Tiba di Kantor Kejatisu, eks pemain bola ini, tampak mengenakan masker. Pria bertubuh tambun tersebut terpaksa dipapah dengan menggunakan kursi roda. Kemudian, tim intelijen menyerahkannya ke Kejari Deliserdang untuk dieksekusi ke LP Lubukpakam. (ansah)

Loading...