8 TKI Ilegal Gagal Berlabuh di Malaysia

6

TANJUNGBALAI-M24 | Delapan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke Malaysia, dengan cara ilegal diamankan petugas Ditpolair Poldasu dan Polair Polres Tanjungbalai, Rabu (12/9) sekitar pukul 05.00 WIB.

Menurut Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Polair, AKP Agung Basuni. Delapan TKI ilegal terdiri dari 2 orang laki laki masing masing Mansyur Ramli (38) warga Aceh dan Abdul Viza (38) warga Sergai. Sementara 6 orang lainnya perempuan yakni Rosnidar (34) warga Aceh Timur, Nurmawan (28) warga Aceh Tamiang, Anita (41) warga Medan Labuhan, Syamsiah Panjaitan (32) warga Labuhan Batu, Rijamah (45) warga Langsa Barat dan Nuradiah Usma (45) warga Aceh Timur.

Personel mulanya berpatroli menggunakan armada milik Polres Kp-II 1023 dan Kp-II 2022 yang dinahkodai Bripka Rudi dan Bripka H Ngatno. Lalu mendapat informasi dari masyarakat akan ada kapal membawa TKI menuju Malaysia melintas.

Lanjut Agung, personel melakukan pengawasan melekat di perairan Kuala Bagan Asahan. Tidak lama berselang, melintas kapal nelayan tanpa nama dan nomor selar bermesin dompeng 28. Kapal belakangan diketahui dinahkodai Darmansyah (38) warga Jln Sei Deli, Ling II, Kel Keramat Kubah, Kec Sei Tualang Raso. Dia membawa anak buah kapal (ABK), Masri Sitorus (62) warga Jln Denai, Dusun I, Desa Bagan Asahan Induk, Kec Tanjungbalai, Kab Asahan.

Saat kapal diperiksa, ditemukanlah kedelapan TKI ilegal tersebut. Selanjutnya menggiring kapal dan TKI ke Mako guna proses lanjut.
“Kita masih melakukan pengembangan terhadap nahkoda dan ABK. Untuk kedelapan TKI diserahkan ke pihak Imigrasi,” tandas Agung. (ambon)

Loading...