Adam Meninggal, Polisi Segera Periksa Direktur & Tim Medis RSUD Sidimpuan

22

SIDIMPUAN-M24 | Penyidik Polres Kota Padangsidimpuan segera menjadwalkan pemanggilan Direktur RSUD Padangsidimpuan berikut tim medis terkait meninggalnya Adam Saputra (15).

Diketahui siswa kelas 2 SMP warga Sabungan, Kec Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, meninggal dunia dalam rawat rujuk di RSUP H Adam Malik Medan. Sebelumnya Adam merupakan pasien RSUD Padangsidimpuan. Bagian perutnya mengeluarkan darah dan nanah pascaoperasi usus buntu di rumah sakit terbesar di Kota Salak itu.

“Kami akan panggil pihak yang bersangkutan, terkait meninggalnya pasien bernama Adam Saputra yang mengeluarkan darah dan nanah pascaoperasi di RSUD Padangsidimpuan,” kata Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada wartawan, Rabu (1/8).
Hilman menegaskan, pemanggilan dilakukan guna mengklarifikasi tindakan medis yang dilakukan saat pasien menjalani perawatan. “Kita klarifikasi terlebih dahulu,” kata perwira polisi yang sudah banyak menerima penghargaan dari negara itu.

Selanjutnya, kata Hilman, hasil klarifikasi akan menjadi acuan terhadap tindakan hukum selanjutnya. Dia berharap kepada seluruh masyarakat di Kota Padangsidimpuan untuk mendukung seluruh tindakan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian.

Sekadar mengingatkan, sebelum meninggal dunia di RSUP H Adam Malik Medan, Adam menjalani operasi usus buntu di RSUD Padangsidimpuan. Beberapa minggu usai operasi, bekas lukanya mengeluarkan darah dan nanah. Kondisi Adam pun kian memprihatinkan. Dia hanya bisa terbaring lemah dengan tubuh amat kurus.

Menurut Bidasari, ibu kandung Adam, sebelum menderita usus buntu, Adam seorang anak yang periang. Tak heran, jika remaja laki-laki itu memiliki banyak teman. Namun, setelah menjalani operasi, sifat periangnya seketika hilang. Sehari-harinya Adam hanya bisa merintih dan menjerit kesakitan. “Dia tidak bisa sekolah, karena bergerak saja dia merasa sakit,” lirih Bidasari.

Nasib tragis Adam sebelumnya juga mengundang keprihatinan bagi pihak DPRD PAdangsidimpuan. Komisi III DPRD Padangsidimpuan, segera memanggil pihak rumah sakit berikut tim medis yang menangani Adam.
“Secepatnya, kami akan panggil pihak RSUD Padangsidimpuan berikut tim medis yang menangani pasien (Adam),” ujar Anggota Komisi III DPRD Padangsidimpuan, Khoiruddin Nasution, ketika dihubungi M24 melalui telepon seluler, Selasa (31/7).

Dijelaskannya, pemanggilan tersebut untuk mempertanyakan rekam medik pasien sebelum dan sesudah dilakukan operasi. Pihaknya, lanjut Khoiruddin tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada Adam sebelum mengetahui rekam medik dan penjelasan tim medis yang menanganinya.
“Jangan menyimpulkan sepihak tentang penyebab darah dan nanah itu keluar dari perut pasien sebelum mengetahaui rekam medik,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Dia mengingatkan kepada seluruh tim medis di rumah sakit milik Pemkab Padangsidimpuan itu agar santun jika menyampiakan keterangan, terutama kepada keluarga atau pihak lain terakit kondisi pasien. Sebab, beberapa hari sebelum Adam meninggal, dokter yang menangani sempat mengeluarkan kalimat yang dianggap tidak pantas diucapkan oleh seorang dokter.

“Jangankan darah dan nanah, matipun bisa! Bukankah itu sebuah kalimat pedas yang tak pantas dikeluarkan oleh seorang dokter. Justru dia harus memotivasi pasien, bukan malah menjatuhkan mentalnya,” tandas Ketua KAHMI Padangsidimpuan itu lagi.

Lebih lanjut, Khoiruddin mengatakan, Direktur RSUD Padangsidimpuan juga akan diminta penjelasan terhadap sistem penanganan pasien ketika dirawat. Sebab, berdasar informasi yang diperoleh, baik dari masyarakat maupun media, pasien yang terindikasi gizi buruk disuruh pulang sebelum sembuh total. “Pimpinan rumah sakit itu juga harus menjelaskan sistem pelayanan medis selama pasien itu dirawat di sana,” tukasnya. (kevin/zia)

Loading...