Aniaya Wartawan, Kepala Desa Tumpak Raja Dipolisikan

SIDIKALANG-M24 | Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Adalah Hasmar Simbolon korbannya, wartawan media online ini dianiaya Kepala Desa Tumpak Raja, Hermanto dengan menggunakan kayu saat menyambangi lahan galian C di kawasan Kecamatan Gunung Sitember, Kab Dairi, Kamis (9/8).

Kepada M24 Hasmar mengatakan, saat itu ia bersama seorang petugas Babinsa mendatangi lokasi galian C di Kec Gunung Sitember, Kab Dairi. Setiba di sana, ia bersama petugas Babinsa melihat aktivitas lokasi galian yang diduga tak memiliki izin (Ilegal).

Usai mengambil data dan mendokumentasikan aktivitas galian tersebut, Hasmar berniat menghampiri kepala desa yang terlihat berada di lokasi bermaksud untuk melakukan konfirmasi.

Loading...

“Awalnya saya sama anggota Babinsa mau lihat-lihat aja. Karena kabarnya galian itu diduga tak memiliki izin, ya mau dikonfirmasi sama kepala desa,” ujarnya.

Belum sempat konfirmasi, kepala desa seketika menghampirinya dan petugas Babinsa. Tanpa sebab, kepala desa yang sebelumnya membawa kayu langsung menganiaya dirinya bertubi-tubi hingga mengalami luka lebam di bagian lengan.

Melihat itu, petugas Babinsa langsung melerai kepala desa agar menghentikan penganiayaan tersebut. Tak terima, bersama petugas Babinsa, ia mendatangi Mapolsek Tigalingga guna melaporkan atas penganiayaan itu.

“Saya hanya mau ketemu dan konfirmasi terkait tambang galian C yang diduga ilegal dikelola oknum Kepdes. Tapi tiba-tiba dia mendatangi saya sambil membawa kayu dan kemudian memukul saya secara bertubi-tubi,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, sambung Hasmar, dirinya berharap pihak kepolisian dapat menangkap kepala desa tersebut.

“Saya berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai Undang-Undang yang berlaku,” pintanya.

Sementara itu, Kapolsek Tigalingga, AKP Elman Tambunan ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan tersebut dan telah meminta keterangan sejumlah saksi.

“Sudah kita minta keterangan dan hasil visum dari korban dan saksi yang melihat kejadian tersebut. Baru satu orang kita periksa dan laporan ini akan kita tindaklanjuti,” katanya. (fajar)

Loading...