Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp 29,8 Miliar

5

BELAWAN-M 24 | Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Utara menggelar pemusnahan barang bukti hasil penindakan dan pencegahan sejak 2017 hingga 2018 senilai Rp29,8 miliar di halaman KPPBC TMP Belawan, Rabu (8/8) sekitar pukul 11.00 WIB.

Barang bukti yang dimusnahkan antara lain, 9.575 ball pakain bekas, 19.020.760 batang rokok lokal dan 3.867 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Kepala Kanwil DJBC Sumut, Ozi Olivia mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan setelah mendapat putusan dan persetujuan dari pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (incraht) untuk dimusnahkan sesuai Pasal 45 KUHAP dan penetapan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Seluruh barang bukti yang kita musnahkan, potensi pembiayaan dari Bea Cukai untuk MMEA dan rokok sehingga negara mengalami kerugian mencapai Rp 8,7 miliar. Sedangkan ballpres merupakan dampak kerugian tekstil lokal dan kesehatan dari bahaya pakaian bekas,” ujarnya didampingi Wakajatisu, Yudi Sutoto.

Dijelaskan Ozi, rangkaian pemusnahan barang bukti merupakan hasil sinergitas penegak hukum di Sumatera Utara.

“Ada sebanyak 20 lebih kasus dari hasil penindakan barang bukti yang kita musnahkan. Ini merupakan sinergitas dalam penindakan dan pencegahan barang ilegal. Kita terus menertibkan importasi beresiko tinggi di wilayah laut dan darat di Sumatera Utara. Komitmen kesepakatan sinergitas penegak hukum akan terus mencegah kegiatan ilegal,” timpalnya.

Sementara itu, Wakajatisu, Yudi Sutoto mengatakan, seluruh barang bukti merupakan pelimpahann dari Kejaksaan dari Medan, Belawan, Tanjungbalai, Batubara dan Asahan.

“Ini adalah hasil kerja sama yang baik, kami selaku kejaksaan belum ada gudang untuk penyimpanan barang bukti. Makanya, kami titip sementara ke Bea Cukai. Untuk masalah gudang penyimpanan sedang dalam usulan,” terang Yudi Sutoto. (mag1)

Loading...