Cewek 13 Tahun Tewas Telan 30 Butir Dextro, Polisi Periksa 5 Saksi 3 Orang Kabur

PADANGSIDIMPUAN-M24 | Pihak kepolisian telah memeriksa lima saksi kunci terkait tewasnya Hestin Agustina Sihombing, warga Jln Perintis Kemerdekaan Gg Surau, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, yang diduga akibat menelan pil Dextro.

”Mereka (para saksi, red) sudah diperiksa secara marathon. Ada rekan dan saudara korban,” ucap Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada metro 24, Senin (13/8).

Informasi di Polres menyebut, kelima saksi yang diperiksa diantaranya, Wika Sihombing (saudara kandung korban), Yessi, warga Sigalangan, Kec Batang Angkola dan Rina, warga Parsalakan, Kec Angkola Barat, Kab Tapanuli Selatan.

Loading...

Namun Hilman belum bisa memberi keterangan terkait hasil pemeriksaan para saksi. ”Nanti kalau sudah ada hasil saya kabar,” tukasnya.

KBO Reskrim Polres Kota padangsidimpuan, Iptu Irsan menambahkan, selain memeriksa lima saksi, pihaknya juga sedang mencari tiga saksi kunci lainnya terkait kematian korban.

“Saksi yang kami cari itu salah satunya yang diduga memberikan obat dan pacar korban,” beber Irsan.

Ketiganya diduga sudah melarikan diri ketika mengetahaui korban meninggal dunia di RSUD Padangsidimpuan. Personel Reskrim yang mendatangi kediaman masing-masing, tak menemukan ketiganya.

Sementara itu, Yayasan Perlindungan Anak Burangir bertekad mengawal kasus ini sehingga pelaku yang memberikan obat kepada korban terungkap. Pihak kepolisian diminta menangkap para pelaku yang diduga tega mencabuli korban hingga hamil tiga bulan.

“Kematian Hestin Agustina Sihombing tidak wajar. Alasannya, ada dugaan bahwa kematian korban akibat konsumsi obat dengan jumlah yang banyak. Itu pengakuan orangtua perempuan korban,” ucap Direktur Eksekutip Lembaga Perlindungan Anak Burangir, Timbul Simanungkalit.

Ditambah lagi kondisi korban yang hamil tiga bulan saat mengonsumsi obat tersebut. Juga pengakuan korban sebelum meninggal kepada salah seorang keluarganya, jika dicabuli oleh rekan-rekannya.

Timbul berharap pihak kepolisian serius mengungkap kasus ini sekalipun pihak keluarga tidak mau melakukan otopsi. ”Yang tidak mau itu orangtua laki-laki, sedangkan orangtua perempuannya kemungkinan mau anaknya diotopsi. Artinya ibu korban menginginkan kasus anaknya itu dilanjutkan. Burangir akan kawal kasus ini,” tegas Timbul yang juga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan ini. (zia)

Loading...