Dianiaya Orangtua Murid, 2 Oknum Guru Lapor Polisi

Kepala sekolah saat memberikan keterangan pers terkait penganiayaan yang dialami dua oknum guru.

MEDAN-M24 | Cindy Claudia Sembiring (34) dan Syahyudi (38) mendatangi Mapolrestabes Medan. Kedatangan dua oknum guru SMA Yayasan Safiyatul Amaliyah ini melaporkan penganiayaan yang dilakukan orangtua murid, Dr Ditriana dan saudaranya Driefman.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa penganiayaan yang dialami korban yang seharinya mengajar di Sekolah Shafiyyatul Amaliyah Jln Setia Budi Medan ini, bermula ketika pihak sekolah menggelar mediasi antara korban dengan orangtua siswa SMA Kelas XI D berinisial MAS, pada hari Kamis (4/10) kemarin. Mediasi dilakukan karena orangtua murid dr Ditriana tak terima anaknya dihukum oleh sang guru dengan melakukan kekerasan berupa tamparan dan cekikan.

Namun, mediasi yang diadakan di ruang kepala sekolah berlangsung panas hingga akhirnya kedua guru itu mendapat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh orangtua murid dan saudaranya tersebut. Akibat kejadian tersebut, kedua oknum guru ini melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolrestabes Medan dengan bukti laporan yang tertuang dalam Nomor : STTLP/2191/K/X/2018/SPKT Restabes Medan dan STTPL/2191/K/X/2018/SPKT Restabes Medan tanggal 5 Oktober 2018.

Loading...

“Akibat penganiayaan bersama-sama ini guru Cindy mengalami sakit di antara perutnya,” ujar Kuasa Hukum korban, Avrizal Hamdhy Kusuma SH MH kepada wartawan, Rabu (10/10).

Sementara itu, Kepala Sekolah Shafiyyatul Amaliyah, Bagus Kurniawan membenarkan telah terjadi keributan di kantornya antara orangtua murid dengan guru hingga berujung penganiayaan.

“Benar ada keributan antara orangtua siswa dengan guru di sekolah ini saat akan dilakukan mediasi antara guru dan orangtua siswa,” katanya.

Dijelaskannya, akibat kejadian itu, pihak sekolah langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat guru Cindy Claudia Sembiring dan memberi hukuman skorsing selama 2 hari kepada Syahyudi.

“Kita sudah mengambil tindakan tegas kepada guru atas nama Cindy dengan memecatnya. Karena yang bersangkutan juga masih sebagai guru promosi atau percobaan. Sementara untuk guru atas nama Syahyudi kami skorsing selama tiga hari tidak mengajar,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira ketika dikonfirmasi membenarkan atas laporan kedua oknumk guru tersebut.

“Sudah ditangani penyidik. Akan kita gelar perkara kasus itu dan akan kita tindaklanjuti,” katanya. (tiopan/ardi)

Loading...