Diduga Kesalahan Operator Sekolah, Calon Siswa Tak Lulus di SMP 2 Pancurbatu

6

PANCURBATU-M24 | Penerimaan murid di SMP Negeri 2 Pancurbatu menimbulkan kisruh. Diduga kesalahan operator, salah seorang calon siswa (Casis) dinayatakan tidak lulus dikarenakan nilai zonasi seketika mengalami perubahan.

Berdasarkan bukti penerimaan peserta didik baru Tahun Ajaran 2018/2019, verifikasi data lengkap yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, siswa atas nama Jose Karel Purba dengan nomor USBN 09-9992-009-8, total nilai 253.7 dan untuk nilai USBN+DBZ+Prestasi, 319.7. Dengan nilai tersebut, seharusnya peserta didik baru atas nama Jose Karel Purba dinyatakan lulus atau diterima masuk ke SMP Negeri 2 Pancurbatu. Namun, terjadi kesalahan nilai zonasi yang dikeluarkan panitia penerimaan didik baru Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang atas nama siswa Jose Karel Purba yakni 250.30. Dengan demikian, Jose dinyatakan tidak lulus.

Atas kesalahan itu, orangtua siswa, Israel Purba (45) warga Dusun IV, Desa Namo Simpur, Kec Pancurbatu merasa keberatan.

“Saya selaku orangtua Jose Karel Purba merasa keberatan. Karena pihak panitia tidak meluluskan anak saya. Seharusnya jika dilihat dari nilai zonasi anak saya yakni 319,7 anak saya masuk dalam peringkat 19 sesuai di pengumuman. Namun, pengumaman keluar, nilai zonasi anak saya seketika menjadi 250.30 dengan peringkat 333,” bebernya.

Menurut Israel, terjadi kesalahan dari pihak panitia terkait perubahan nilai anaknya.

“Kenapa bisa berubah seperti ini?. Kalau memang dari awal disebutkan nilai zonasi anak saya nol, saya masih terima. faktanya, zonasi atas nama anak saya dikeluarkan memenuhi nilai, tapi tidak diluluskan. Ada apa ini atau ada apa-apanya dibalik semua ini?,” tanya Israel.

Dijelaskan Israel, dampak dari kesalahan atau kelalaian pihak sekolah SMP Negeri 2 Pancurbatu, anaknya menjadi korban ketidaklulusan penerimaan. Padahal, sambung Israel, saat mendaftar dirinya sudah melengkapi semua persyaratan yang disebutkan oleh pihak panitia.

“Yang jelas semua persyaratan sudah dilengkapi. Domisili saya dan keluarga di KK yang lama tetap sama dan tidak berubah di KK yang baru. Untuk itu, saya mohon kepada Bupati Deliserdang dan Kadis Pendidikan meninjau ulang permasalahan ketidaklulusan anak saya ini. Sehingga, pihak SMP Negeri 2 Pancurbatu lebih profesional dan lebih teliti lagi dalam melaksanakan penjaringan murid baru, dan tidak ada lagi calon siswa lainnya yang menjadi korban,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pancurbatu, Darianus Barus MPd mengaku terjadi kesalahan pada operator. Menurutnya, pendaftaraan yang dilakukan orangtua Jose menggunakan Kartu Keluarga (KK) baru, sehingga nilai zonasi jadi tidak bisa diterima.

“Tidak saya pungkiri, memang ada kesilapan pada operator sekolah karena jumlah siswa yang mendaftar membludak,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Kecamatan Pancurbatu, Roy Casanova Ginting mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi panitia penerimaan peserta didik dan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pancurbatu.

“Akibat kelalaian itu, salah seorang peserta didik baru tidak lulus. Sudah selayaknya kepada Bupati Deliserdang dan Kadis Pendidikan mencopot jabatan Kepala Sekolah tersebut. Sebab, jika tidak dicopot akan terus ada kejadian seperti ini,” tukasnya. (ali)

Loading...