Diduga Tempat Prostitusi &Transaksi Narkoba, Gari SU Minta Tresya Hotel Ditutup

TANJUNGBALAI-M24 | Puluhan masyarakat mengatasnamakan Generasi Aktivis Reformasi Indonesia – Sumatera Utara (GARI-SU) melakukan rasa di depan kantor Walikota Tanjungbalai. Mereka meminta Tresya Hotel ditutup karena diduga sebagai tempat prostitusi dan transaksi narkoba.

Dengan membawa spanduk bertuliskan Tresya Hotel dijadikan tempat terbesar transaksi narkoba di Tanjungbalai, massa juga meminta agar aparat penegak hukum tidak tutup mata dan segera melakukan razia di hotel yang terletak di Jln Jendral Sudirman, Km-7, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar tersebut.

Ketua GARI-SU Kota Tanjungbalai, Rudi Bakti mengatakan, tempat hiburan Tresya Hotel seakan kebal hukum di Kota Tanjungbalai. Sementara, diketahui Tresya Hotel diduga sebagai tempat perputaran peredaran barkoba dan prostitusi di Tanjungbalai.

Loading...

“Kami sebagai sosial kontrol di Kota Tanjungbalai ini sangat menyesalkan atas aktivitas di Tresya Hotel. Sama-sama kita ketahui, kalau tempat itu diduga dijadikan sebagai tempat maksiat yang dapat merusak generasi muda di Kota Kerang yang kita cintai ini,” ujarnya, Kamis (19/7).

Dijelaskan Rudi, hingga saat ini tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum dan pemerintah untuk melakukan razia maupun penertiban pada Tresya Hotel.

“Kami sangat merasa kecewa dengan tindakan aparatur penegak hukum yang seakan tutup mata pada kondisi yang berkembang selama ini. Bahkan sangat kita sesali tidak ada upaya penindakan dari pemerintah dan aparat penegak hukum yang ada di Kota Kerang ini,” timpalnya.

Dengan demikian, sambung Rudi,diduga adanya pembiaran ataupun permainan dari pemerintah dan aparat penegak hukum sehingga Tresya Hotel tak tersentuh.

“Kuat dugaan adanya turut serta dengan memfasilitasi maupun memberikan pembekapan atau membekingi, pengamanan pada pelaku usaha tempat hiburan malam tersebut. Hal inilah yang dapat menyebabkan menjamurnya peregadaran gelap narkoba dan tempat prostitusi yang dapat berakibat buruk dan merusak moral generasi muda di Kota Tanjungbalai ini,” terangnya.

Pun begitu, Rudi meminta kepada seluruh elemen masyarakat beserta tokoh agama mengutuk keras aktivitas yang ada di Tresya Hotel.

“GARI-SU meminta Walikota Tanjungbalai untuk mengintruksikan kepada Satpol PP, segera melakukan razia dan menindak tempat usaha tersebut serta tidak mencoba-coba melakukan konspirasi pada pengusaha. Selain itu, kita juga meminta kepada Kapolres Tanjungbalai untuk mengambil tindakan tegas terhadap dugaan perputaran peredaran narkoba yang begitu besar di wilayah hukumnya termasuk Tresya Hotel,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai, AKP Adi Haryono SH didampingi Kasubbag Humas, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan ketika dikonfirmasi, dihubungi via selular, Kamis (19/7) mengaku, akan melakuan tindakan atas informasi tersebut.

“Untuk yang namanya narkoba, pihak kepolisian Tanjungbalai tidak ada tebang pilih. Tetap kita sikat. Itu salah satu komitmen kita. Pasti kita akan tindak lanjuti dan sesegera mungkin melakukan razia ke tempat tempat hiburan dan tempat tempat yang dianggap rawan narkoba,” katanya. (ambon)

Loading...