Diundang Untuk Tandatangani Surat, Konsumen PT Summit Oto Finance Merasa Ditipu

7

BINJAI-M24 | Syarifuddin (28) Warga Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, konsumen PT Summit Oto Finance, Kota Binjai, mengaku kecewa.

Dirinya diundang untuk menandatangani surat ke kantor yang bergerak di bidang pembiayaan tersebut, di Jln T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara. Faktanya, Syarifuddin malah diminta menandatangani surat penarikan atas sepedamotornya.

Menurut Syarifuddin, kekecewaan dirinya itu bermula dari ditariknya sepedamotor Vario BK 5764 RAW, yang sudah melakukan kredit selama 15 bulan dan baru menunggak 1 bulan. Namun, sepedamotor itu langsung diambil PT Summit Otto Finance.

“Saya baru sebulan menunggak pembayaran, tapi kok ditarik dan langsung dimasukkan ke gudang. Pada waktu kredit sepedamotor, saya memakai DP Rp5 juta dan perbulan saya harus membayar Rp776 ribu,” bebernya.

Tak hanya itu, sambung Syarifuddin, sesampainya di kantor tersebut, dia dimintai sejumlah uang yang peruntukkannya sebagai uang tarik. “Kalau dikasi uang tarik, maka saya baru bisa melanjutkan kreditnya lagi,” ucap Syarifuddin.

Merasa dirugikan, akhirnya Syarifuddin melaporkan dan menceritakan perihal yang menimpa dirinya ke Rumah Aspirasi Jonita Agina Bangun. “Benar, ada pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh salah satu kantor pembiayaan di Kota Binjai,” beber Jonita, saat di temui awak media, Jumat (31/8).

Menindaklanjuti hal itu, lanjut Jonita Agina Bangun, yang juga legislator dari Partai Hanura, dia menyarankan Syarifuddin untuk menyurati Komisi B DPRD Binjai, Polres Binjai, Polsek Binjai Utara, camat dan lurah.

“Hal itu untuk menjadi pertimbangan dan segera disikapi. Setelah mereka melapor ke DPRD, kita akan sikapi agar tidak terulang lagi ke orang lain,” ungkap Jonita, yang juga duduk sebagai anggota di Komisi B DPRD Binjai.

Lebih lanjut dikatakannya, sesuai UU tentang Fidusial No 42/1999, melarang Showroom atau Leasing menyita kendaraan dan bisa dipidana sesuai Pasal 365 KUHP. “Tak hanya itu, Peraturan Kapolri Nomor 8/2011, melarang eksekusi penyitaan bila tidak ada Sertfikat Fidusial dan penyitaan harus didampingi polisi atau perintah hakim,” katanya.

Untuk itu, Jonita Agina Bangun berharap kepada leasing lainnya, agar jangan lagi terjadi penarikan sepedamotor ataupun mobil secara semena-mena kepada warga lainnya. (sopian)

Loading...