Dugaan Kasus Korupsi Tugu Mejuah-Juah, Kejari Karo Bawa 1 Bundel Dokumen dari Kantor BPKAD

Tim penyidik Kejari Karo melakukan penggeledahan

KARO-M24 | Penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo menggeledah kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karo. Penggeledahan ini terkait korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah senilai Rp679.573.000 yang ditampung pada APBD Karo Tahun Anggaran (TA) 2016.

Penggeledahan oleh tim penyidik yang terdiri dari Kasie Pidsus, Dapot Manurung didampingi jaksa Mora Sakti dibantu pengawalan dari tim Intel Kejari dilakukan, Senin (8/10). Dapot menjelaskan, dari kantor BPKAD pihaknya mengamankan 1 bundel dokumen sebagai alat bukti. “Ya, tim penyidik menggeledah sejumlah kantor di BPKAD,” ucap Dapot.

Sekadar diketahui, Kejari Karo telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembuatan Tugu Mejuah-juah tersebut. Keempat tersangka masing-masing Chandra Tarigan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Pada saat ini, Chandra Tarigan menjabat sebagai Kepala Dinas Tarukim Karo. Kemudian, Radius Tarigan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir Edi Perin Sebayang (rekanan dan pelaksana kegiatan) dan Roy Hefry Simorangkir selaku pemilik/direktur CV Askonas Konstruksi Utama (AKU).

Loading...

Menurut Kasie Pidsus Dapot Manurung hasil audit BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, total kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi proyek tersebut sekitar Rp607 juta. Dalam pengusutan dugaan korupsi itu, telah dikembalikan kerugiaan uang negara ke kas daerah Rp423 juta.
“Keempat tersangka telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk pertama kali. Pasti ada pemeriksaan tambahan,” sebutnya. (sekilap)

Loading...