Gegara Saling Bereng, Ratusan Pelajar SMA Nyaris Tawuran

12

Para pelajar yang dimediasi.

MEDAN BARU-M24 | Bentrok berdarah antarpelajar SMA di Medan nyaris pecah. Ratusan pelajar sempat dari tiga kubu (SMAN 2, SMAN 4 dan SMA Methodist) bersitegang di jalanan kawaan Medan Baru, Rabu (12/9) sekira pukul 11:15 WIB.

Beruntung, polisi cepat bertindak. Para pelajar yang terlibat bersitegang diamankan ke Unit Binmas Polsek Medan Baru. Di sana para pelajar dilakukan problem solving (mencari mindset untuk memcahkan permasalahan).

Problem solving digelar di Aula Mapolsek Medan Baru Jln Nibung Utama No 1 Medan dan dihadiri Panit 1 Ipda Ganefo Sembiring, Humas Aipda Ayatullah SH, Bhabinkamtibmas Kel Sei Putih Tengah Bripka Ranto Munthe, Humas SMAN 2 Medan Drs B Silitong MM, Perwakilan Orangtua Siswa; P Peranginangin, Sofian H Bangun, Terusina Pelawi, Perwakilan Guru SMAN 2 Drs J Pandiangan, Supriyanto, Perwakilan Guru SMAN 4 Medan Layanto OP Malau, Perwakilan guru SMA Methodist Rina Hutahaean SPd dan Drs Sehat Solin.

Para siswa yang dimediasi ini di antaranya Efraim Lumban Tobing, Dioviniko Reza Peranginangin, Marcos D Napitupulu, Kelvin Andro Saragih, Kaliaga Sinuraya, Andre Afrianto, Joy Dian Sihombing, Juan Lingga, Gray Sebayang dan Richard Sembiring.
Keributan antarpelajar ini berawal Senin (10/9) pukul 17:00 WIB di Jln Hayam Wuruk (depan Bimbingan Belajar Adzkia) Medan. “Hanya gara-gara saling bereng (pandang, red) lalu saling ejek hingga memicu perkelahian,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing SIK.

Mendapat laporan ada keributan, seluruh anggota piket Polsek Medan Baru segera ke lokasi dan mengamankan beberapa pelajar. “Adapun kesepakatan dari Problem Solving ini adalah memediasi pihak yang bertikai agar diselesaikan secara kekeluargaan/pembinaan di sekolah. “Mereka mengakui perbuatan mereka yang salah. Hasil kesepakatan dituangkan dalam bentuk pernyataan dan ditandatangani dengan materai Rp.6000,” timpal Humas, Aiptu Ayyat.

Kapolsek menambahkan, kegiatan Problem Solving adalah salah satu tugas pokok bhabinkamtibmas. “Dengan Problem Solving ini setiap permasalahan bisa diselesaikan bhabinkamtibmas melalui mediasi dan kesepakatan bersama tanpa ada unsur paksaan dari pihak yang bertikai. Sehingga tidak melebar dan jatuh korban,” pungkas Kapolsek. (tiopan)

Loading...