Geledah Kapal Pukat Trawl, Poldasu Temukan Alat Nyabu

MEDAN-M24 | Tak mengantongi izin dan dokumen resmi, satu kapal ikan diamankan Poldasu di perairan Bagan Kuala, Selasa (7/8). Dua orang dijadikan tersangka terkait penangkapan ini.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/8) malam mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi dari nelayan Bagan Kuala dan nelayan Kerumbuk. Mereka menyebut ada kapal pukkat trawl dari Pagurawan sebanyak 80 unit. Kapal tersebut juga diduga alat tangkapnya tidak diizinkan.
Sambungnya, dari perairan Kec Tanjung Beringin, Sergai, Kasat Polair beserta 6 personel melakukan pengecekan dengan menggunakan kapal patroli KP II 2029.
Satu kapal jenis pukat trawl dipergoki yang sedang menarik pukatnya. Kapal pukat trawl menangkap terlalu ke pinggir 1/2 mil dari bibir pantai. Petugas Ditpolair mengamankan kapal pukat trawl tersebut ke mako Sat Polair beserta Nakhoda dan ABK.

“Kapal tersebut dinahkodai Mhd. Irwan bersama 2 orang ABK Syamsir dan Muhamad Maliki. Kapal tersebut menggunakan mesin dompeng Pk 30. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan tidak ada ditemukan dokumen kapal,” ucapnya.
Saat dilakukan penggeledahan di kapal tersebut, ditemukan alat hisap sabu yaitu kaca, jarum dan mancis disimpan di kotak rokok.
“Dari keterangan ABK dan tekong yang menggunakan alat tersebut adalah nahkodanya saat malam sebelum melaut. Barang bukti yang ditemukan 1 unit kapal tanpa nama, pukat hela dasar berpapan besi, ikan sebanyak 27,1 kg, baterai dan fiber,” tandasnya. (ahmad)

Loading...
Loading...