Hari Ini, Tim Investigasi Terjun ke Equator Pub & KTV

8

MEDAN-M24 | Tempat hiburan Equator Pub & KTV di Hotel Soechi, Jln Cirebon, Medan, dinilai melanggar Perda Kota Medan No 4/2014, tentang Kepariwisataan. Karenanya, hari ini, Senin (3/9), tim investigasi bentukan Dinas Pariwisata Kota Medan, berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) khusus, melakukan penyelidikan atas kebenaran informasi tersebut.

Pelanggaran itu dijelaskan pada Pasal 47 ayat 1 huruf, agar mencegah tempat usaha dijadikan sebagai tempat kegiatan peredaran dan pemakaian narkoba, perjudian dan perbuatan yang melanggar kesusilaan. Hal itu dipertegas lagi dengan hasil putusan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam tanggal 16 Agustus 2018, terhadap ke enam terdakwa yang berstatus karyawan dihukum penjara selama 4 bulan 17 hari.

“SPT sudah dibuat dan tinggal saya teken dan rencananya pada hari, Senin (3/9), tim akan terjun langsung ke lokasi,” kata Kadispar Kota Medan, Agus Suriono, di ruang kerjanya, kemarin (31/8).

Sebagai langkah memasuki babak baru untuk fokus memberikan tindakan tegas pelaku penyalagunaan narkotika, hingga ke level manajemen. Tim yang melibatkan pejabat berwenang itu, akan mengklarifikasi isu penyalagunaan tempat usaha hiburan dijadikan lokasi peredaran narkoba.

“Jadi kita tidak main-main lagi, apabila terbukti akan dilaporkan ke Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin agar memberikan tindakan tegas,” ucap mantan Kabag Aset Pemko Medan itu.

Dijelaskannya, ada proses dalam pengiriman surat rekomendasi pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) atau izin usaha Equator Pub & KTV kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), yang selanjutnya akan diteruskan ke Satpol PP untuk melakukan penutupan. “Pastinya semua pihak terkait, baik itu DPM PTSP, Polisi, BNN dan pihak pengadilan akan diajak duduk bersama sebelum mengeluarkan rekomendasi penutupannya,” cetusnya lagi.

Sebelumnya, Doni Sulistiana, Personnel Manager PT Tria Sumatera Corporation selaku pihak pengelola mengaku, ke-enam terdakwa berinisial LN (40) warga Jln Rawa Cangkuk; YP (24), Warga Jln Setia Budi, Tanjung Sari, Pasar 4 Medan; E (34) warga Jln Mahoni; RJ (21) Warga Jln Cempaka, Gaperta Ujung, Medan Sunggal; RA (26), Warga Jln Brigjen Zein Hamid, Medan Johor; K (24) Warga Jln Gelas, Medan Petisah.

Kemudian, F (23) berstatus manager, Warga Jln Gatot Subroto, Medan; SR (27) Warga Jln Gatot Subroto, Medan; FH (41) Warga Jln Letda Sujono, Medan dan FN (32) Warga Jln Brigjen Katamso, Medan tersangkut masalah narkoba, pasca razia Polsek Medan Kota berhasil menyita sebanyak 22 butir inek dan 10 butir pil Happy Five (H5). “Jadi mereka sudah tidak diterima kerja kembali di tempat itu,” bebernya. (adlan)

Loading...