Hina Nabi Muhammad, Martinus Gulo Divonis 4 Tahun Penjara

31

PN MEDAN-M24 | Martinus Gulo hanya bisa tertunduk diam saat menjalani sidang di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri Medan. Pasalnya, terdakwa kasus penghina Nabi Muhammad SAW lewat media sosial Facebook ini dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, Selasa (24/7) sore.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim, Saidin Bagariang menyatakan, terdakwa Martinus Gulo telah terbukti bersalah menimbulkan adanya ketersinggungan antar umat beragama lewat akun facebook miliknya.

“Mengadili menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan informasi yang membuat ketersinggungan umat beragama. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun,” ucapnya.

Selain itu, terdakwa Martinus Gulo juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar. Apabila tidak dibayarkan diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa melanggar pasal Pasal 28 ayat 2 UU ITE yang menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individual atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga menuntut terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara. Hal yang memberatkan dalam pertimbangan majelis hakim, perbuatan terdakwa dapat mengganggu ketertiban umum, yang pada pokoknya dalam ajaran agama tidak boleh saling menghujat.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa masih muda dan tidak menyadari perbuatannya menyinggung agama lain.

Atas vonis tersebut, terdakwa Martinus Gulo melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. Senada halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Joice Sinaga.

Diketahui, personel Sat Reskrim Polrestabes Medan mengamankan Martinus Gulo, warga Desa Fanedanu, Kec Somambawa, Kab Nias Selatan terkait dugaan kasus penghinaan agama lewat media sosial pada Maret 2018.

Martinus diamankan dari kos-kosannya di Jln S Parman Gg Rustam, Kel Petisah Tengah, Kec Medan Petisah atas laporan dari Front Pembela Islam (FPI) berdasarkan LP/589/III/2018/SPKT/Restabes Medan, tanggal 28 Maret 2018, tentang adanya pengguna media sosial yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Dalam akun Facebooknya, tersangka menuliskan status yang tak pantas menghina Nabi Muhammad SAW.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sakit hati karena agamanya kerap dihina melalui media sosial, sehingga Martinus nekat melakukan aksi balas dendam. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan UU ITE dengan hukuman maksimal hukuman penjara 9 tahun. (tiopan)

Loading...