Kadis PPPMSP Palas kena OTT pungli IUP-B Rp250 juta

30

MEDAN-M24| Krimsus Polda Sumut sedang memantau setiap dinas-dinas di Provinsi Sumatera Utara. Khususnya dalam hal pungutan liar (Pungli) kepada masyarakat yang hendak mengurus perizinan, surat atau dokumen kenegaraan.

Hal ini ditegaskan Dirkrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan, Senin (28/5) terkait diamankannya Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (PPPMSP) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Arseh Hasibuan.

“Seharusnya para pemerintah memberi kemudahan kepada masyarakat. Bukan malah menambah beban masyarakat. Untuk data-datanya silahkan hubungi Subdit Tipikor,” ucap Toga Panjaitan, Kamis (30/5).

Kasubdit Tipikor Krimsus Polda Sumut, AKBP Dony Sembiring mengatakan, Arseh Hasibuan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (28/5) sekitar pukul 15:15 WIB. Berawal informasi dari masyarakat yang menyebut Arseh Hasibuan meminta sejumlah uang terkait permohonan IUP-B (Ijin Usaha Perkebunan Budidaya) dari PT Duta Varia Pertiwi. Laporan itu tercatat dengan nomor: R/-LI-170/V/2018/Ditreskrimsus tanggal 21 Mei 2018 dan Surat Perintah Tugas nomor: Sprin.Gas/ 179/V/2018/Ditreskrimsus tanggal 2 Mei 2018.

Arseh akhirnya ditangkap di Hotel Al Marwah yang berada di Jln Ki Hajar Dewantara No.99, Kel Bangun Raya, Kec Sibuhuan, Kab Palas. Selaku Kadis PPPMSP, Arseh Hasibuan meminta uang sejumlah Rp250 juta kepada Ely Irwan Harahap selaku kuasa dari PT Duta Varia Pertiwi terkait pengurusan IUP-B. Eli Harahap menawar menjadi Rp150 juta. Namun Arseh bergeming di angka Rp250 juta.

Arseh meminta pembayaran pertama sebesar Rp50 juta dan sisanya ditransfer melalui rekening yang akan dia tunjuk nantinya. “Kita (Tim Subdit III Tipikor Krimsus) langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan empat orang,” katanya.

Empat orang tersebut, kata Dony, tiga di antaranya PNS Dinas PPPMSP Kabupaten Palas, Nurjamila Pohan (Kabid Perizinan) sebagai saksi, Retno Setya Ningsih (Kasi Pelayanan Perizinan) sebagai saksi, Arseh Hasibuan (Kadis PPPMSP) status sementara sebagai tersangka dan satu orang pemohon izin, Ely Irwan Harahap.

“Kita melakukan penyitaan terhadap uang sebesar Rp50 juta dan dokumen lainnya dari dalam mobil dinas Arseh Hasibuan, tiga unit HP milik Arseh Hasibuan dan dua unit HP milik Ely Harahap (korban) untuk dibawa ke kantor Ditkrimsus Polda Sumut sekaligus dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Dony.

“Kepada masyarakat yang menemukan kejanggalan ataupun pungli di dinas yang ada di Sumut, silahkan hubungi pihak kepolisian terdekat. Agar tidak ada lagi pungli terjadi di Sumut ini,” imbau Dony Sembiring. (ahmad)

Loading...