Kapolda buka latpra ops kepolisian kewilayahan Pekat Toba 2018

MEDAN-M24 | Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw melaksanakan pembukaan Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Toba 2018 di Aula Tribrata Polda Sumut, Jumat (18/5).

“Latpra Ops Kepolisian Kewilayahan Pekat Toba-2018 bertema melalui Pelatihan Pra Operasi Pekat Toba 2018 Polda Sumut beserta jajaran berkomitmen menanggulangi dan menindak berbagai bentuk kejahatan penyakit masyarakat meliputi aksi premanisme, perjudian, pornografi, minuman keras dan prostitusi yang meresahkan masyarakat pada saat Bulan Suci Ramadhan 1439 H di wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Paulus.

Paulus menyebut, maksud dan tujuan Latpra Ops ini merupakan pemberian materi pelatihan dalam rangka Ops “Pekat Toba-2018” dan sebagai sarana pemberian gambaran situasi spesifik pelaksanaan kegiatan menjelang Pengamanan Hari Raya idul Fitri 1439 H.

Loading...

“Pengamanan itu dalam bentuk Kirka Intelijen, review dan pelatihan peningkatan kemampuan fungsi teknis kepolisian sebagaimana tugas pokok fungsi dan peranan kepolisian dalam penyelenggaraan operasi. Sehingga terdapat kesamaan pola pikir dan pola tindak personil dalam melaksanakan pengamanan serentak di wilkum Provinsi Sumut,” imbuhnya.

Paulus menekankan agar personel Polda Sumatera Utara melakukan gebrakan langkah-langkah seperti meningkatkan pengetatan pengamanan terhadap mako-mako yang kemungkinan menjadi sasaran dari aksi penyerangan.

“Akibat beberapa aksi teror yang sporadis, Polri telah melakukan beberapa tindakan untuk menumpas jaringan kelompok teroris, dengan cara melakukan penangkapan dan bertindak tegas terhadap kelompok teroris di wilayah hukum Bekasi, Jawa Timur, Riau, dan di Tanjungbalai, Sumatera Utara, dan untuk mencegah terulangnya kembali aksi teroris, Polri memberlakukan status siaga satu diseluruh kesatuan wilayah hukum kepolisian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Paulus berharap agar para pemberi materi/instruktur dapat memberikan materi pelatihan yang up to date sesuai dengan kondisi lapangan serta permasalahan yang ada, sehingga mampu meningkatkan kemampuan personel Latpra Ops, baik dalam pelaksanaan operasi maupun kemampuan menularkan pengetahuan kepada personel lainnya. (ahmad)

Loading...