Kapoldasu perintahkan lakukan pengamanan exstra seluruh gereja

10

Ahmad – Ardi – Irwan – Yan febri | Sehubungan dengan tragedi kejadian bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Ngagel Surabaya, Minggu (13/5), Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw memerintahkan seluruh para Pejabat Utama Poldasu, Kapolrestabes Medan, Kapolres jajaran Poldasu dan para PA/Ba melakukan ekstra pengamanan di Gereja-gereja.

“Lakukan kerjasama dengan pihak petugas pengamanan gereja, agar ikut membantu mengatur sistem pengamanan para jemaat yang akan melakukan ibadah Minggu pagi ini, sore hari hingga malam hari,” kata kapoldasu kepada seluruh personel, Minggu (13/5).

Lanjut kapoldasu dalam arahannya, pengamanan diprioritaskan pada gereja-gereja yang terletak strategis dan memiliki banyak jemaat.”Usahakan mengatur perpakiran mobil agak menjauh dari gereja, guna mengurangi pelaku memanfaatkan keramaian umat yang silih berganti mengikuti ibadah,” tegas Jendral bintang dua itu.

Diingatkannya, seluruh personel agar tetap waspada terhadap serangan sporadis dengan sasaran para anggota Polri. Selain itu, petugas Polri juga diminta agar ikut memberikan pengumuman pada gereja-gereja, untuk tetap tenang dan ikut membantu secara sungguh sistem pengamanan anggota jemaat.

“Khusus untuk pembawa tas agar tidak dibawa dalam gereja tetapi dititipkan ditempat tertentu, yang telah diatur bersama petugas pengamanan gereja,” ucapnya.

Dia pun meminta agar seluruh atensi tersebut segera dilaksanakan. “Laporkan segera aktivitas kegiatan sebagaimana atensi tersebut diatas,” cetusnya.

Di Kota Medan, antisipasi aksi teror Polrestabes Medan dibantu TNI, PAM Swakarsa dan masyarakat melakukan penjagaan rumah ibadah.

“Semua pasukan digerakkan untuk melakukan penjagaan Gereja di Kota Medan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto.

Melihat cakupan wilayah hukum Polsek Sunggal cukup luas, Polri aktif bersama TNI melakukan pengamanan semua rumah ibadah. Peran aktif semua penegak hukum dan elemen masyarakat harus digerakan untuk ikut serta menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Untuk pengamanan dalam lainnya, Pam Swakarsa bersama Satpam di gereja dan pertokoan harus mewaspadai keamanan di hotel. Diharapkan pengamanan dilakukan sesuai prosedur secara humanis, namun tetap menjamin kenyamanan kepada pengunjung.

Masyarakat diminta jangan takut dengan teror, karena menciptakan ketakutan itu yang inginkan para pelaku teror di masyarakat.

“Kita bersama-sama harus melawan terorisme sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.Perhatikan lingkungan sosial untuk peduli rerhadap pihak-pihak yang ada di wilayah kita, apabila ada yang dicurigai segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” ucap Dadang.

Dadang turut berduka terhadap korban yang berada di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim). “Mari bersatu melawan Terorisme,” jelasnya. Sedangkan Jemaat GPdi Alfa Omega, Desa Sukarende, Kec Kutalimbaru, Deliserdang mengutuk keras perbuatan terorisme dengan memberikan dukungan kepada Polri memberantas terorisme yang telah berbuat sadis kepada Jemaat.

Terpisah, Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri melakukan pengamanan terbuka dan tertutup ibadah minggu di enam gereja wilayah hukumnya. itu bertujuan untuk memberikan pengamanan dan jemaat gereja dapat tenang saat melaksanakan ibadah.

“Polri tidak takut menghadapi aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, dan mendukung untuk memberantas Terorisme,” katanya.

Pengaman gereja gereja yang melibatkan Unit Sabhara, Unit Binmas, Unit Intelkam dan Unit Reskrim ditempatkan di Gereja Khatolik Santo Rafael (Gereja Prioritas) Jln Bhayangkara, Gereja HKBP Kampung Kolam, Gereja GPDI Pematang Lalang, HKBP Bandar Klippa dan GKJ Kolam Jln Utama I No.84 Desa Kolam serta HKBP Sidorejo Medan Estate.

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan menegaskan, ribuan personil Polres Deliserdang dan jajaran disiagakan di gereja-gereja yang ada di Wilayah hukumnya.

Setiap gereja dijaga minimal satu personil kepolisian, karena pengemanan gereja rutin dilaksanakan setiap minggunya. Kepada masyarakat diminta jangan takut namun tetap siaga dan waspada.

Paur Humas Polres Deliserdang, Ipda Dodi Martha menjelaskan, pengamanan gereja dilakukan personil Bhabinkamtibmas dan personil Sabhara. Dia juga meminta agar semua pihak menjaga keamanan dan ketertiban di gereja, khususnya oleh muda-mudi gereja. “Kita menghimbau agar selalu waspada terhadap orang-orang yang baru,” tegas Dodi.

Loading...