Kapoldasu perintahkan perketat penjagaan

Ahmad-Yan-Medan | Kapolsadu Irjen Pol Paulus Waterpauw memerintahkan Polres/tabes dan Polsek untuk memperketat penjagaan. Ini menyusul rusuh di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, yang menewaskan lima orang personel Brimob dan seorang narapidana teroris.

“Kemarin kita seluruh Kapolda se-Indonesia mengikuti vidcon dengan Kapolri untuk melakukan antisipasi kerusuhan untuk melakukan sidak dan pengecekan di tahanan dan penjagaan,” Paulus, Kamis (10/5).

Menurut Paulus, hasil vidcon kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan sidak di Mako Brimob Polda Sumut, Polres Deli Serdang dan Polsek Tanjungmorawa.

Loading...

“Rabu malam, kita dengan PJU Polda, melakukan sidak ke Polres Deliserdang, Polsek Tanjungmorawa. Setelah itu, kita juga mengecek ke Mako Brimob Polda Sumut untuk melakukan pengecekan tahanan dan memberikan motivasi kepada personel agar lebih bersemangat dalam melakukan penjagaan,” terangnya.

Paulus mengingatkan agar seluruh personel Polres Deliserdang dari setiap satuan meningkatkan kewaspadaan khususnya di Mapolres Deliserdang.

“Kita prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua. Personel harus tetap waspada, buka mata dan telinga serta kuasai komando sebelum jadi korban. Minimal areal di depan mako steril,” bebernya.

Lebih lanjut, sambung Paulus, serangan bisa datang dari mana saja dan bisa dilakukan siapa saja.

“Untuk itu, kita harus waspada dengan kelompok-kelompok yang tidak puas dengan negara, pemimpin dan institusi. Kita adalah institusi besar, markas harus kita jaga. Pengamanan tahanan jangan lengah, pengawasan di pintu masuk harus diperketat,” tegasnya.

Paulus menjelaskan, kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob Depok, Jawa Barat merupakan pukulan bagi institusi Polri sehingga harus menjadi evaluasi dan catatan.

Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat menjadi koreksi bagi kita semua, personil jangan bertugas sendiri. Semua harus siap dan siaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Sumut stasus waspada,” terangnya.

Paulus menyebut, sidak tersebut sebagai antisipasi agar kasus serupa tidak terjadi di Sumut. Pesannya kepada personel, selalu siap siaga dan tidak lalai dalam menjalankan tugas sehari-hari dan dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Paulus menegaskan, keadaan disetiap wilayah berbeda konseptualnya, adanya kelompok yang tidak puas dengan aturan negara, pemimpin dan institusi yang membuat terjadinya tidak kesepahaman dan melakukan tindakan pemberontakan.

“Saya tekankan kepada personel untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dengan cara memperketat penjagaan. Tambah personel untuk diperbantukan menjaga pos-pos yang dianggap rawan. Kepada fungsi Intel, Krimsus, Krimum, Narkoba dan Provost untuk membuat jadwal piket kepada personel yang akan melakukan penjagaan,” urainya.

Paulus menambahkan, untuk Polres sejajaran Polda Sumut, dirinya telah melakukan vidcon dengan seluruh Kapolres/tabes.

“Saya sudah vidcon dengan para Kapolres dan telah memberikan pengarahan sesuai arahan Kapolri,” pungkasnya.

Loading...