Kasat Reskrim sebut PT VSC diduga melanggar pasal 406

Kisaran-M24 | Sat Reskrim Polres Asahan memproses pengaduan masyarakat Lingkungan VI, Kel Aek Loba Pekan, Kec Aek Kuasan, karena rumah mereka retak-retak akibat getaran truk tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan cangkang milik PT VSC.

“Saat ini kita sedang mendalami pengaduan masyarakat yang dirugikan, karena rumah mereka retak-retak akibat getaran truk tangki pengangkut CPO milik PT VSC,” ungkap Kapolres Asahan, AKBP Yemi Mandagi melalui Kasat Reskrim AKP M Arif Batubara kepada wartawan, Senin (9/7) di Mapolres Asahan.

Didampingi Kanit Tipiter Ipda Erwin Syahrizal, dia mengatakan proses hukum atas kerusakan materil yang dialami masyarakat itu berdasarkan Laporan Kepolisian tanggal 2 Juni 2018.

Loading...

“Ada laporan warga, dan ini wajib kita tindaklanjuti dan bila ditemukan indikasi tindak pidana kami sebagai penegak hukum akan memprosesnya,” tegas Kasat dan mengatakan pihaknya mengambil keterangan dari beberapa saksi antara lain Rosita (37), Tugiman (60), Misriana (37) dan Mismar Sitorus (83).

Kasat menjelaskan, berdasarkan laporan warga itu, PT VSC diduga melanggar Pasal 406 Ayat (1) KUHP yang berbunyi barang siapa dengan sengaja dan melawan hak membinasakan, merusakkan, membuat hingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan suatu barang yang sama sekali atau sebahagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama lamanya 2 tahun 8 bulan. (Khairul)

Loading...