Kasus KM Sinar Bangun, Kadishub Samosir mendadak sakit

15

MEDAN-M24 | Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan, mendadak jatuh sakit, saat diperiksa penyidik Ditreskrimsus terkait insiden Kapal KM Sinar Bangun, Jumat (13/7). Alhasil, penyidik terpaksa menunda pemeriksaan terhadap tersangka.
“Ya hari ini sebenarnya beliau diperiksa. Tapi tadi saya konfirmasi ke Dir Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian Djajadi, kondisi yang bersangkutan sedang sakit dan kurang sehat,” kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Karena kondisi Nurdin lemah, pemeriksaannya terpaksa ditunda. Nurdin kemudian dibawa ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Poldasu untuk didiagnosa dan dirawat.
Nainggolan pun mengaku belum mengetahui penyakit yang diderita Nurdin. Dia masih menunggu kabar mengenai penanganan selanjutnya.

Diketahui Nurdin telah ditetapkan sebagai tersangka terkait karamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba. Namun seolah mendapat perlakuan istimewa. Ia tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi wartawan menampik jika Nurdin mendapat perlakukan istimewa. “Tersangka NS (Nurdin Siahaan) pada Jumat (13/7) pukul 14:00 WIB memang dikembalikan dan belum dilakukan penahanan terkait kondisinya. Namun yang bersangkutan dikenakan wajib lapor 1 kali seminggu,” kata Tatan.

Nurdin mulai diperiksa sejak Kamis (12/7) sekitar pukul 13.00. Namun pada Jumat (13/7) pemeriksaan tidak dapat dilanjutkan karena tersangka mendadak sakit.
“Alasan penyidik belum melakukan penahanan karena akan melakukan pemeriksaan tambahan saksi ahli, ahli kelautan, ahli hukum tata negara dan BMKG,” jelas Tatan.
Nurdin datang ke Mapolda Sumut memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan penyidik. Sebelumnya pada panggilan pertama, yang menjadwalkan pemeriksaan Senin (9/7), dia tidak datang. Pengacaranya menyampaikan surat keterangan sakit dan meminta pengunduran jadwal.

Penyidik kemudian melayangkan panggilan kedua dan meminta agar Nurdin hadir untuk diperiksa. Nurdin memenuhinya dan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.
Dalam kasus ini, 4 tersangka lain telah lebih dulu diproses dan ditahan. Berkas perkara mereka sedangditeliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejatisu dan dikembalikan ke Polda Sumut karena dinilai belum lengkap.

Keempat tersangka itu terdiri dari 3 regulator dan seorang nakhoda kapal. Tiga regulator yang telah dijadikan tersangka dan diproses masing-masing: Karnilan Sitanggang pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo; F Putra PNS Dishub Samosir yang menjadi Kapos Pelabuhan Simanindo; dan Rihad Sitanggang, Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir. Seorang lainnya adalah nakhoda kapal, Poltak Soritua Sagala.

Para tersangka dijerat Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUHPidana. Mereka terancam pidana kurungan selama maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp1,5 miliar. (ahmad)

Loading...