Kasus Korupsi Traffic Light, Kontraktor Menyusul Diseret Masuk Bui

3

SIDIMPUAN-M24 | Polres Kota Padangsimpuan terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan korupsi peroyek pengadaan lampu merah (traffic light) yang telah menyeret oknum Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Padangsidimpuan.

Teranyar, polisi ‘menarget’ oknum kontraktor berinisial BL selaku pihak pengerjaan proyek traffic light di Jln Merdeka, Kec Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, tepatnya di depan Pos Lantas Polres Kota Padangsidimpuan.
“Kami sudah buat pemanggilan terhadap BL. Kalau dia tidak datang, terpaksa kami jemput langsung,” tegas Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada wartawan, Rabu (8/8).

Rencana penahanan dilakukan menyusul hasil penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi proyek traffic light di Kota Salak. Menurutnya, pihak kontraktor dinilai turut bertanggungjawab atas adanya temuan penyelewengan anggaran dalam kasus itu.
“Kami harap BL agar memberikan respon positif agar memudahkan penyelidikan dan penyiidikan mengungkap kasus ini,” imbuh Hilman. Sebelumnya, terang Kapolres, pihaknya juga sudah menahan TH. Dia ditahan dengan pertimbangan mempermudah pemeriksaan terkait audit penghitungan kerugian keuangan negara dari kantor BPKP Perwakilan Prov Sumut No : SR-26/PW02/5.1/2018 tanggal 4 Juli 2018 diperoleh Penyimpangan yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp467.727.271.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Kadishub Padangsidimpuan, IH dan mantan Kadishub ABL, telah ditahan oleh penyidik Polres Kota Padangsidimpuan terkait dugaan korupsi proyek pengadaan alat pemberi isyarat lalu lintas ini. IH diduga ikut serta menikmati uang proyek pembangunan traffic light dengan anggaran sebesar Rp500 juta tahun 2015. Meskipun kasus ini mencuat saat ABL menjabat Kadishub sebelumnya, namun IH diduga juga ikut menikmati sisa uang pembangunan proyek traffic light itu. (zia)

Loading...