Kasus penipuan Rp2,9 M tak kunjung disidangkan

8

MEDAN-M24 | Polda Sumut terkesan bertele-tele menangani kasus Sulaiman Ibrahim, seorang pengusaha berstatus tersangka penipuan dan penggelapan. Hingga kini, Polda Sumut tak kunjung mengirim ulang berkas perkaranya ke Kekejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Kesan itu dilontarkan Dana Rinaldy, S.H., kuasa hukum H.T. Muhammad Razali yang berstatus korban dalam perkara tersebut. “Ini kasus sudah sangat lama dan terlalu bertele-tele,” ujar Dana kepada metro24, Rabu (11/7).

Menurut dia, penyidik Polda Sumut semestinya sudah mengirimkan kembali berkas perkara Sulaiman Ibrahim paling lambat 14 hari setelah dinyatakan P-19 (belum lengkap) oleh Kejaksaan. “Sesuai KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) semestinya sudah, paling lambat 14 hari. Kita tidak tahu ada apa di balik itu. Hanya, kita minta aar penyidik segera mengembalikan berkas ke Kejaksaan agar segera disidangkan. Kita tidak mau menduga-duga. Kita cuma butuh ada kepastian hukum terhadap korban, H.T. Muhammad Razali,” tandasnya.

Diketahui, Kejati Sumut sebelumnya menyatakan berkas perkara Sulaiman Ibrahim P-19 dan memulangkannya ke penyidik Polda Sumut. Hingga rentang waktu lebih dua bulan, berkas perkara tersebut masih tetap berada di tangan penyidik Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Admaja kepada M24 mengatakan, sejauh ini penyidik Subdit II/Hardabangtah Polda Sumut tengah melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk jaksa. “Ya, berkas (sebelumnya) sudah dikirim namun P-19. Kini penyidik masih melengkapi berkas perkara, sesuai petunjuk Jaksa,” ujar Tatan ketika dikonfirmasi metro24, Rabu (11/7), sembari menyebut bahwa penyidik masih mencari bukti-bukti lain untuk memenuhi unsur 372 dan 378 KUHPidana dalam kasus tersebut.

Ditanya mengapa prosesnya memakan waktu hingga dua bulan lebih, Tatan enggan merinci penyebabnya. Begitu juga ketika ditanya mengapa tersangka tak juga ditangkap dan ditahan, sebagaimana perintah hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang mengabulkan permohonan parapredilan korban. Selain memerintahkan penyidik Polda Sumut menangkap dan menahan tersangka, hakim PN Medan juga memerintahkan berkas perkaranya segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Konfirmasi bahwa penyidik Polda Sumut belum mengirim kembali berkas perkara Sulaiman Ibrahim diperoleh metro24 dari Taufik, jaksa di Kejatisu yang menanganinya. “Iya. Waktu itu memang ada diserahkan berkasnya ke kita. Terus kita kembalikan (P-19) karena masih ada yang kurang. Namun hingga kini Polda Sumut belum ada menyerahkannya lagi ke Kejaksaan,” ujar Taufik via seluler, Selasa (10/7) siang.

Mantan Kasi Pidum Kejari Medan ini menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih menunggu penyerahan berkas dari penyidik Polda Sumut. “Kita masih menunggu hingga sekarang. Coba konfirmasi ke penyidiknya di Polda Sumut,” sambungnya.

Perkara penipuan dan penggelapan ini bergulir di Polda Sumut berdasarkan laporan H. TM Razali selaku korban. Laporan yang diregistrasi dengan No: LP/196/II/2015/SPKT I tersebut, korban mengaku kehilangan uang lebih dari Rp2,99 miliar atas perbuatan tersangka.

Di awal penanganannya, Direktorat Reserser Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut sempat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Atas tindakan hukum inilah korban mengajukan permohonan praperadilan. Dan, permohonan praperadilan tersebut dikabulkan hakim PN Medan.

Secara rinci, putusan praperadilan itu memerintahkan penetapan status tersangka terhadap Sulaiman Ibrahim, memerintahkan penyidik menangkap dan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya, penyidik Polda Sumut pun menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Di lain pihak, terkait penetapan status tersangka terhadap dirinya, Sulaiman Ibrahim juga mengajukan permohonan praperadilan. Namun, majelis hakim PN Medan menolak permohonan tersebut. Sehingga, perkara penipuan dan penggelapan ini tetap bergulir secara hukum. (ahmad)

Loading...