Kejatisu Tutup Mulut Terkait Pemeriksaan Pejabat Pemkab Madina

32

MEDAN-M24 | Pascadilaporkan sejumlah pemerhati tindak pidana korupsi di Madina, hingga kini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan pejabat Pemkab Madina atas dugaan kasus korupsi mega proyek pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu yang menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar dari APBD Kab Madina Tahun Anggaran (TA) 2016-2017.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan, belum mendapat informasi terkait pemeriksaan pejabat Pemkab Madina yakni Sekda dan tiga pejabat eselon II Pemkab Madina tersebut.

“Belum ada info dari Penyidik Pidsus adinda,” ujar Sumanggar via pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (31/8) sore.

Sumanggar menyebut, sejauh ini pihaknya lagi menunggu proses tindak lanjut status perkaranya.

“Masih menunggu. Sabar ya adinda,” tambahnya.

Disinggung mengenai apakah status perkaranya sudah masuk ke tahap penyidikan atau masih pada tahan penyelidikan, Sumanggar meminta awak media ini untuk bersabar.

“Sabar ya adinda, minggu-minggu ini kita tentukan status perkaranya,” pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi ini mencuat ke publik setelah beberapa pemerhati tindak pidana korupsi di Madina melaporkannya ke penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu. Beberapa waktu lalu, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di Pemkab Madina seperti Sekda Madina, M Syafei Lubis, Kadis Perkim, Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanipah dan mantan Kadis PU Madina, Syahruddin. Dalam pemeriksaan itu, status seluruh pejabat di Pemkab Madina ini masih sebatas saksi. (ansah)

Loading...