Mabuk, pekerja UD Bintang Petani Jaya tewas di parit

34

SIANTAR-M24 |Rahmad (43), warga Jln Bendungan, Kel Aek Nauli, Kec Siantar Selatan tewas setelah kreta yang ditumpangi menabrak tempat jualan minyak bensin eceran.

Ceritanya, Sabtu (9/6) malam, Rahmad yang disapa Pak Putri bersama temannya, Sauduran Silitonga (35), warga Jln DI Panjaitan Gg Kunyit, Kel Nagahuta, Kec Siantar Marihat minum tuak di warung milik Bakkara di sekitaran Jln DI Panjaitan. Merasa tanggung, keduanya pun mencari tuak ke Jln Ricardo Siahaan dengan mengendarai kreta Supra X 125 BK 4620 PAN.

Setiba di lokasi, kondisi jalan tikungan. Silitonga yang mengendarai kreta dengan kecepatan tinggi kehilangan kendali. Brak! Mereka menabrak tempat jualan minyak eceran milik Pakpahan yang terletak di kiri jalan. Pak Putri yang merupakan pekerja UD Bintang Petani Jaya ini pun terlempar ke dalam parit. Sedangkan Silitonga terkapar di pinggir jalan.

Warga yang mengetahui peristiwa itu berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Silitonga dilarikan ke Ruang IGD RSUD dr Djasamen Saragih. Sedangkan Pak Putri sudah meninggal dunia berlumuran darah. Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Hendro Wibowo yang mendapat informasi pun turun ke lokasi.

Setelah melakukan olah TKP, personel piket Pos Pengamanan (Pospam) Simpang Dua mengevakuasi jasad korban ke Ruang Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih. Petugas juga mengamankan barang bukti kreta Supra X 125 serta tempat jualan minyak bensin eceran.

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kasat Lantas, AKP Hendro Wibowo mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. “Kasus tabrakan tunggal itu akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelas Hendro Wibowo, Minggu (10/6).

Rencananya jenazah korban dikuburkan di kampung halamannya di Lubukpakam. Sementara Silitonga menjalani perawatan intensif di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Siantar itu. (adi)

Loading...