Marak Pencabulan Anak Dibawah Umur, Kanit PPA: Tingkatkan Pengawasan dan Keamanan Lingkungan

6

TEBINGTINGGI – M24 | Dalam menekan angka kejahatan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Satreskrim Unit PPA Polres Tebingtinggi menggelar sosialiasi maraknya aksi pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur di kantor Kelurahan Tualang, Kamis (6/9).

Dalam pelaksanaannya, sosialisasi dipimpin Kanit PPA Polres Tebingtinggi, Iptu Dhoraria S Simanjuntak SH dan dihadiri mewakili Kadis PPA PPKB Kota Tebingtinggi, Sugiarno, SE dan sejumlah Kader KDRT/KB Kecamatan Padang Hulu.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tebingtinggi, Iptu Dhoraria S Simanjuntak SH mengatakan, sosialiasi digelar dalam upaya upaya penanggulangan dan menghambat faktor-faktor kejahatan pencabulan terhadap anak kejahatan di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

“Sosialiasi yang kita lakukan dengan cara melakukan upaya preventif dan upaya represif. Upaya preventif merupakan pengawasan dan penyitaan terhadap barang-barang yang berbau pornografi. Selain itu, kita juga memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari faktor-faktor penyebab terjadinya pencabulan anak sampai bagaimana cara agar tidak menjadi korban pencabulan anak. Sedangkan tindakan represif yang dilakukan dengan cara menangkap dan memroses secara hukum pidana pelaku pencabulan anak di bawah umur sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dhoraria menjelaskan, ada 5 faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.
“Pertama terjadi dilingkungan, kebudayaan, ekonomi, media sosial atau penggunaan HP, televisi dan lain sebagainya. Kemudian, faktor psikologis atau kejiwaan.

Selain itu, sambung Dhoraria, berbagai upaya telah dilakukan dalam penganggulangan pencabulan terhadap anak dibawah umur yakni dengan cara meningkatkan keamanan lingkungan sekitar.

“Kemudian, membenahi sarana dan fasilitas lingkungan sehingga tidak mudah tergoda untuk melakukan sesuatu yang tidak baik untuk mencegah agar dapat menghindari fikiran dan niat yang tidak baik dalam hati serta fikiranya,” bilangnya.

Dhoraria menambahkan, pemerintah dalam hal ini harus memberantas film-film atau bacaan yang mengandung unsur pornografi.

“Kita harapkan pemerintah dan sekolah melakukan razia kepada pelajar ketempat-tempat warnet pada saat jam belajar, melaksanakan sosialisasi kesekolah-sekolah. Dan peran serta orang tua harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak dan lingkungannya. Begitu juga halnya dengan para guru hendaknya lebih meningkatkan ketertiban dalam penggunaan HP bagi para siswa,” tandasnya. (agus)

Loading...