Nelayan Terobos Perairan Sergai, Polair Polda Sumut: Laporkan Pembeking Nelayan Trawl

BELAWAN-M24 | M Syafii (32), nelayan trawl asal Batubara yang nekat terobos perairan Kuala Bedagai, Kab Serdang Bedagai (Sergai), diserahkan ke Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumut di Belawan. Petugas kepolisian meminta masyarakat untuk melaporkan pembeking nelayan trawl.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan mengatakan, nelayan asal Pangkalan Dodek, Kec Medang Deras, Kab Batubara, tiba di dermaga Polair Belawan, Kamis (4/10).

Selain mengamankan Syafii yang bertindak sebagai nakhoda, pihaknya juga mengamankan 2 anak buah kapal (ABK) yakni, M Anafi (36) dan Salman (17) keduanya warga Pangkalan Dodek, Kec Medang Deras, Kab Batubara.
“Mereka telah melanggar Pasal 85 UU No. 45/2009 tentang perikanan. Kita akan segera proses untuk dilimpahkan ke pengadilan,” terang Nagari.

Loading...

Dijelaskam perwira berpangkat dua bunga melati ini, selama ini pihaknya sudah tegas menindak kapal ikan yang menggunakan alat tangkap ilegal. Dia berharap nelayan dapat melihat hasil tindakan yang sudah mereka lakukan.
“Kalau memang ada oknum yang melindungi atau membekingi alat tangkap ilegal, segera laporan ke kami. Nelayan tradisional diharap tidak melakukan hakim sendiri di laut,” tegas Nagari.

Terkait penangkapan terhadap Syafii dan dua ABK-nya, Nagari menjelaskan dimonitor petugas dengan kapal patroli 2029 saat melakukan kegiatan di laut. Tepatnya di perairan jalur 1A pada posisi 03-33-150 LU dan 99-13- 315BT arah barat atau 2 mil. Petugas langsung mengecek kapal tanpa nama dengan mesin dompeng 30 PK. Ternyata, kapal itu menggunakan alat tangkap ilegal.

Terpisah, Ketua Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Medan, Isa Al Basir mengapresiasi tindakan yang sudah dilakukan Polair. Hanya saja, masih ada juga alat tangkap pukat trawl dari Belawan bebas melaut.
“Kita minta nelayan yang dari Belawan juga ditangkap, biar tidak terkesan adanya pembiaran dan pilih kasih,” sebut Basir. (syamsul)

Loading...