Pascarusuh Pilkada Taput, Poldasu Jadikan 14 Orang TSK

MEDAN-M24 | Poldasu menetapkan 14 orang menjadi tersangka pascarusuh di Pilkada Tapanuli Utara (Taput). Mereka diamankan karena merusak kantor Panwaslih. Sebelumnya, Poldasu mengamankan 17 orang terkait perusakan itu.

“Ya benar, kepolisian secara resmi telah resmi menetapkan 14 orang tersangka atas kerusuhan yang terjadi di kantor Panwaslih Taput,” ujar Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan kepada M24, Jumat (20/7).
Menurutnya, ke-14 orang tersangka tersebut telah diserahkan Polres Taput ke Poldasu dan resmi menjadi tahanan Poldasu.

“Total yang diamankan 17, namun yang diproses dan ditahan baru 14 orang. Sisanya, masih dalam tahap pemeriksaan,” ungkapnya.
MP Nainggolan memaparkan, ke-14 tersangka tersebut, masing-masing bernama Viktor Gultom (28) warga Desa Lumban Holbung, Kec Pahae Jae, Biliher Hutabarat (60) warga Desa Hapoltahan, Kec Tarutung, Teddy Simanungkalit (46) warga Desa Simanungkalit, Kec Sipoholon dan Samuel Sipahutar (22) warga Desa Silangkitang, Sipoholon.

Loading...

Lalu Christian Ritonga (18) warga Desa Simorangkir Habinsaran, Kec Siatas Barita, Timbul Hutabarat (57) warga Desa Lumban Siagian, Kec Siatas Barita, Tolkas Hutahuruk (42) warga Desa Sirajaoloan, Kec Tarutung, Diego Maradona Simorangkir (19) warga Desa Enda Portibi, Kec Siatas Barita, Thompson Hutabarat (52) warga Partali Julu dan Lamhot Purba (47) warga Kec Pagarang.

Kemudian Parlaungan Hutabarat (58) warga Hutaborat, Kec Tarutung, Rudi Tulus Panggabean (46) warga Desa Lumban Siagian Julu, Kec Siatas Barita, Joel Parningotan Harahap (19) warga Kec Hutagalung, dan Bangkit Tambunan (31) warga Dusun Bonan Dolok, Desa Selamat, Kec Purbatua, Taput.
Sementara tiga orang yang dipulangkan karena tidak terbukti bersalah antara lain Supriadi Hutabarat, Robet Hutabarat, dan Josua Matondang.
Seperti diketahui, aksi unjukrasa berujung bentrokan pascapilkada Taput terjadi, Senin (17/7). (ahmad)

Loading...