Pembangunan Gereja IRC Bersumber dari Sumbangan Jemaat

Saksi saat memberikan keterangan di persidangan

PN MEDAN-M24 | Sidang gugatan Pendeta Asaf Tunggul Marpaung dari Indonesia Revival Church (IRC) terhadap tergugat mantan jemaatnya Guntur Marbun (tergugat I) dan Milva Riosa Siregar (tergugat II) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/10).

Diketuai Hakim Saryana SH MH, persidangan tersebut menghadirkan saksi dari penggugat melalui kuasa hukumnya Japansen Sinaga.

Di hadapan Hakim, Josua Manalu yang merupakan sekretaris penggugat mengatakan, banyak uang yang diterima dari jemaat untuk pembangunan gereja dan diserahkan kepada bendahara (tergugat II), namun diakui ada sebagian uang hanya tertulis dalam catatan, tidak ada disertakan tanda terima.

Loading...

“Uang pembangunan gereja IRC bersumber dari dana sumbangan para jemaat. Uang itu diterima dengan baik, namun saya akui ada sebagian tak ada tandaterima. Namun tetap tercatat dalam buku,” ujar Josua.

Dalam kesempatan tersebut saksi juga mengungkapkan bahwa lantai satu gereja diperuntukkan sebagai kantor, lantai dua untuk tempat ibadah dan lantai tiga untuk tempat tinggal Pendeta Asaf.

Sedangkan terkait sertifikat gereja, dikatakan Josua adalah jelas atas nama jemaat mulai dari depan hingga belakang.

Sementara menjawab pertanyaan kuasa hukum tergugat terkait adanya kantor perusahaan di dalam gereja, Josua membenarkannya. “Ya saya buat CV perusahaan di kantor bagian bawah dan saya dapat memberikan pemasukan ke gereja seperti operasional,” tukas Josua. (ansah)

Loading...