Personel Polda Sumut diminta waspada teror

24

Medan-M24 | Pascaaksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timut, Kapolda Sumut, Pol Drs Paulus Waterpauw mengimbau personel Polda Sumut tetap waspada dan perketat penjagaan setiap markas komando (Mako) dengan mempertebal personel.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw saat memimpin apel siaga di lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (14/5).

Menurut Paulus, Polda Sumatera Utara menetapkan siaga satu. Penetapan ini untuk mengantisipasi aksi terorisme. Untuk itu, jajaran Polda Sumut akan mengerahkan sebanyak 2/3 kekuatan yang ada di Polda dan jajaran dalam kondisi disiagakan.

“Mengantisipasi kejadian kemaren yang beruntut, kami menjadikan siaga 1 mulai tadi malam. Jadi 2/3 kekuatan di Polda jajaran kita siagakan sembari memonitor situasi diwilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Paulus menjelaskan, penetapn siaga 1 sebenarnya dalam rangka melakukan konsolidasi kekuatan. Selain itu, dalam siaga 1, seluruh anggota diminta tidak berkeliaran sendiri-sendiri, melainkan tetap berada di markas komando masing-masing untuk arahan dan petunjuk pimpinan.

“Setelah itu kita juga akan menggunakan mereka ketempat-tempat keramaian, seperti tempat ibadah dan lain-lain yang sifatnya perlu untuk keamanan,” terangnya.

Paulus mengaku, berkaca dari peristiwa teror di Jakarta dan Surabaya, Kapolri dan Wakapolri telah memberikan atensi untuk memprioritaskan pengamanan pada tempat ibadah, markas komando, perumahan, mall dan tempat hiburan lainnya. Bahkan untuk Mapolda Sumut sendiri, saat ini pengamanan telah dibuat berlapis, dan akses masuk hanya ditetapkan satu pintu melalui pintu belakang.

Paulus menambahkan, saat ini situasi kondisi diwilayah Polda Sumut, Polres dan Polsek masih dalam keadaan aman terkendali. Begitu juga aktifitas masyarakat masih lancar, dan perekonomian masih berjalan.

“Kami bersyukur situasi ini masih terjaga. Karenanya melalui tiga pilar, yakni Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas diharapkan bisa terus menjadi peran utama untuk melakukan komunikasi dan memonitor tempat-tempat yang menurut mereka di atensi,” pungkasnya.

Sementara itu,Waka Polretabes Medan, AKBP Bagus S Oktobrianto mengatakan Polrestabes Medan memberlakukan siaga I mengantisipasi aksi teror.

“Polrestabes Medan Siaga I, tapi kita tetap humanis dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tidak membuat suasana mencekam,” ujarnya.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SH SIK didampingi Waka Polres Kompol Taryono Raharja SH SIK mengatakan, mengerahkan seluruh personelnya dalam siaga satu dengan menggunakan standart operasional prosedur (SOP)

“Seluruh personel siaga satu, siapapun atau tamu yang akan masuk ke mako Polres Tanjungbalai, akan diperiksa, tas dan barang bawaannya serta diberikan tanda kartu (kartu tamu), semua ini dilakukan agar wilayah hukum Polda Sumut khususnya Polres Tanjungbalai tetap kondusif,” katanya.

Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan SIK mengatakan, Polres Dairi bersama TNI dan FKPM melakukan peningkatan kewaspadaan menjaga keamanan dan kondusifitas Kabupaten Dairi.

“TNI dan Polri tetap solid dan siap menerima laporan dari masyarakat bila ada pihak yang mencoba-coba merusak ketentraman di Dairi. Kami akan menindak tegas siapapun yang merusak persatuan dan kesatuan NKRI khususnya di Kab. Dairi,” tegasnya.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menegaskan, bersama seluruh unsur terkait memprioritaskan pengamanan rumah ibadah.

“Atas kejadian bom bunuh diri di surabaya, sesuai perintah Kapoldasu kami sudah mengimbau kepada seluruh jajaran, Polres, Polsek, Babinkamtibmas serta tokoh agama agar sama-sama berpartisipasi menjaga kemanan,” katanya.

Selain itu, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri mengatakan, memberlakukan penjagaan multi maximum security dan over estimate untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Selain melakukan penjagaandi mako, bagi tamu dilarang memarkirkan di areal mako. Semua kendaraan wajib di luar mako,” ungkapnya.

Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau Sik menyebut telah menyiagakan sebanyak 104 anggota dalam mengantisipasi aksi teror.

“Kita diperintahakan Kapolri, Jendral Pol Tito Karnavian melalui Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Kapolrestabes, Kombes Dadang Hartanto untuk siaga satu. Artinya menjaga keamanan yang ekstra agar masyarakat aman dan merasa dijaga oleh polisi,” tukasnya.

Senada dikatakan, Kapolres Karo, AKBP Benny R Hutajulu melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Nazrides, seluruh personel bersama anggota TNI melakukan patroli antisipasi terorisme.

“Kita melakukan patroli skala besar bersama unsur TNI untuk mencegah terjadinya aksi teror dan menunjukkan kepada pelaku teror bahwa TNI-Polri kompak dan bersinergi dalam memerangi aksi terorisme serta menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandasnya.(ahmad/ardi/sekilap/bis/irwan/fajar/jhon/mehuli)

Loading...