Prajurit Yonif Raider 100/PS Bongkar Peredaran 1 Kg Sabu

MEDAN-M24 | Batalyon Raider 100/PS berhasil mengamankan Komplotan pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi. Tidak tanggung-tanggung, 978 gram sabu dan 158 pil ekstasi berhasil diamankan.

Dalam paparan yang digelar Selasa (24/7), Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB, Kolonel Inf Edi Hartono menerangkan, pihaknya mendapat laporan terkait peristiwa itu dari Danyonif Raider 100/PS, Letkol Inf Lizardo Gumay.
“Iya benar ada penangkapan dan ditemukan sabu sekitar 1 Kg,” kata Kapendam.

Pengungkapan itu, lanjut Kapendam, berawal dari prajurit Yonif Raider 100/PS melakukan latikan di sekitar Binjai Komplek. Saat dilaksanakan pembersihan dan pengamanan akhir daerah latihan, personel curiga melihat sekelompok orang tidak dikenal lari dan lompat ke sungai di belakang Cafe Sik Asik di Desa Sialang Paku, Kec Kutalimbaru, Tanah Seribu, Binjai Komplek. Tim Intel Yonif Raider 100/PS pun melakukan pengejaran dan mendapatkan sebuah tas tercecer. Setelah diperiksa ternyata berisi sabu seberat 1 Kg.

Loading...

Setelah mendapatkan barang bukti tas tersebut, Pasi Intel melapor kepada Danyonif Raider 100/PS. Danyonif pun memerintahkan untuk pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi. Benar saja, di Cafe Sik Asik, petugas menemukan bukti-bukti antara lain 11 mesin jackpot
, 2 alat hisap sabu, 130 pipa hisap sabu
, 9 mancis
, 2 HP Samsung
, 4 plastik klip
, 19 batang rokok
, 2 dompet
, 3 badik/pisau
, 104 butir inex dan 1 charger HP.

Petugas juga mengamankan beberapa pelaku, yakni, Sudaryanto
, warga Tanah Seribu Pasar 3, Rasin
, warga Pasar 5 Namutrasi, Rudi Pernando Putra Sibayang
, Supendi
, Usaha Pramaya Tarigan
, warga Tanah Seribu
, Suriadi
, warga Binjai Tanah Seribu
, Irwan
, warga Tanah Seribu
dan Fajar Renaldi
.

Berikut barang bukti, para pelaku diamankan ke Yonif Raider 100/PS. Dari hasil pemeriksaan, kedelapan pelaku mengaku telah menjual sabu dan ekstasi selama 3 bulan di wilayah Binjai Komplek
. “Selanjutnya mereka akan diserahkan ke BNN Kota Binjai,” tandas Kapendam.

Danyonif Raider 100/PS, Letkol Inf Lizardo Gumay menambahkan, dalam penangkapan itu, pihaknya sempat mendengar letusan dan menemukan selongsong. “Mereka sempat menyerang balik, bahkan sempat melawan dengan senjata tajam. Sempat ada letusan pistol. Terbukti adanya selongsong dan letusan. Berarti ada pistol tapi tidak tahu pistol tersebut asli atau rakitan. Kita juga tidak menemukan pistol tersebut karena diduga dibuang di kegelapan malam,” beber Danyon Raider 100/PS. (bar/sopian)

Loading...