Rusunawa Kayu Putih dipenuhi warga luar kota

MEDANDELI-M24 | Pengelolaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jln Kayu Putih, Kel Tanjung Mulia Hilir, Kec Medan Deli dinilai menyalahi peruntukan. Pasalnya, penghuni yang menetap dipenuhi warga dari luar Kota Medan dan memiliki kehidupan mapan.

Berdasarkan keterangan dihimpun M24, Rabu (4/7) sekitar pukul 17.00 WIB menyebutkan, sejak berdirinya rusunawa yang dikelola Dinas Perkim ini, penghuni yang menetap umumnya berasal dari luar kota dan bekerja di sejumlah pabrik di kawasan industri medan (KIM). Hal itu disebutkan salah seorang penghuni wanita, jika dirinya sudah menetap di rusunawa lebih dari tujuh tahun dikarenakan murah dan terjangkau dari jarak tempat bekerja.

“Saya ini dari Sidempuan, suami saya kerja di KIM, kami tinggal di sini nyewanya Rp250 ribu per bulan. Karena murah makanya kami tinggal di sini,” katanya.

Loading...

Senada dikatakan Faisal, selama lima tahun menetap di rusunawa, menetap di rusunawa sangat membantu perekonomian kelangsungan hidup.

“Daripada kos harganya mahal, makanya saya ambil kamar di sini. Sebulan Rp200 ribu. Setiap kamar beda-beda kamarnya, karena itu uang untuk lampu, air dan kebersihan,” bebernya.

Sementara itu, Lurah Tanjung Mulia Hilir, Maulana Harahap mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan penghuni rusunawa.

“Yang jelas, kita sempat sulit mendata. Setelah kita data, umumnya yang tinggal di situ warga dari luar kota. Ini sudah kita data, agar dapat mengatasi hal tidak diinginkan. Untuk lebih jelas, tanya ke Dinas Tarukim,” ujarnya.

Disinggung terkait penghuni rusunawa memiliki identitas penduduk di Tanjung Mulia Hilir, Maulana menyebut hanya ada beberapa warga telah memiliki identitas tempat tinggal di kawasannya.

“Banyak juga warga Medan, tapi kebanyakan warga dari luar Medan. Adapun yang buat identitas di Tanjung Mulia Hilir karena mau menikah di Medan,” pungkasnya. (mag1)

Loading...