Sabu 13 Kilo Direbus, 1 dari 6 Tersangka Dipelor

Kapolda Sumut memaparkan kasus narkoba.

MEDAN-M24 | Karena mencoba melawan, satu dari enam tersangka jaringan narkoba Internasional berinisal S, warga Jln Pertiwi Ujung Gg 108 No. 108 L, Kel Bantan, Kec Medan Tembung dan Pasar IX Gang Rambutan, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang, terpaksa dilumpuhkan personel Ditresnarkoba Polda Sumut.

Sedangkan kelima temannya adalah, EB (21), warga Jln Cengkeh 6 No. 32, Link 12 Perumnas Simalingkar, Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan, IS (22), warga Jln Ngumban Surbakti No. 36B, Kel Sempakata, Kec Medan Selayang, DN (21), warga Barisan Kuta Mbelang, Desa Sidiangkat, Kec Sidikalang, Kab Dairi, MZ (24), warga Dusun Industri, Desa Blang Me Timu, Kec Jeunieb, Kab Bireuen, Aceh dan R (47), warga Dusun Jeumpa Desa Geulumpang Payong, Kec Sungai Raya, Kab Aceh Timur.

“Keenamnya ditangkap di tempat terpisah. S tersangka pembawa 12 kilogram narkotika jenis sabu. EB, IS dan DN membawa ekstasi sebanyak 12.681 butir, sedangkan MZ dan R membawa sabu seberat 1,5 kilogram masing-masing,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Kabidhumas Tatan Admaja saat pemaparan sekaligus pemusnahan barang bukti di pelataran parkir Ditnarkoba Polda Sumut, Rabu (3/10).

Loading...

Penangkapan berawal Unit 1 Subdit III Ditnarkoba Polda Sumut membuntuti S yang naik angkutan Sartika, Selasa (25/9) sekitar pukul 19.52 WIB. Sesampainya di Jalinsum Pasar Bengkel, Kec Perbaungan, Kab Sergai, tepat di depan Rumah Makan Bahagia, petugas menghentikan kendaraan tersebut.

Petugas pun menggeledah S dan membuka tas ransel yang dibawa. “Kita menemukan 10 bungkus plastik teh warna hijau muda merek Guan Ying Wang bertuliskan aksara China berisi narkotika jenis sabu masing-masing seberat 1 Kg dengan berat keseluruhan 10 Kg. Juga dua Kg di plastik yang sama namun tidak di dalam tas ransel,” ujarnya.

S mengaku barang haram tersebut akan diserahkan kepada D (DPO) di daerah Sungai Rotan, Kec Tembung Medan. “Kita juga mengamankan dua unit handphone dan satu tas ransel warna biru hitam,” tambah Kapolda.

Agus menyatakan personel terpaksa menembak kaki sebelah kanan S karena berusaha melarikan diri saat melakukan pengembangan untuk menunjukkan lokasi rumah D yang sekarang masuk dalam DPO. “Sedangkan barang bukti 13 kilo sabu tersebut telah kita musnahkan dengan cara direbus,” tandasnya. (ahmad)

Loading...