Siswi Korban Laka Diperlakukan Kasar, Kadisdik Segera Panggil Oknum Guru LS

6

SIDIMPUAN-M24 | Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Padangsidimpuan, Lufti menegaskan segera memanggil LS, oknum guru SMPN 6 Padangsidimpuan, yang diduga sudah bersikap kasar kepada Jesika (13).

Diketahui Jesika adalah siswi yang jadi korban kecelakaan lalulintas di Jalan Baru Bypass, Kec Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, beberapa hari lalu.
“Dalam waktu dekat ini kami Segera panggil oknum guru LS itu,” tegas Lufti saat ditemui wartawan, Rabu (8/8).

Dia mengatakan, pemanggilan tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan dari LS, kenapa dia tega mengeluarkan ucapan kasar dan tak pantas dilontarkan oleh seorang pendidik. Pemanggilan itu juga bertujuan untuk mencari kebenaran terhadap permasalahan.

Terpisah, Ketua Divisi Hukum dan Humas Yayasan Burangir, Juli Zega mengatakan, oknum guru LS datang ke kantor yayasan pada Senin (6/8) sekira pukul 15:00 WIB. Kedatangan LS bertujuan untuk mengklarifikasi dan merasa tidak terima dengan berita yang menyebut jika dirinya ‘menyumpahi’ anak didiknya dengan ucapan ‘lebih baik mati saja’.
“LS sudah datang ke Kantor Yayasan Burangir, guna mengklarifikasi kejadian itu,” imbuhnya.

Dijelaskan Juli, LS membantah menyuruh Jesika pulang karena tak mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Malah LS balik dengan tegas meminta agar Jesika minta maaf kepadanya. “LS mengatakan kepada saya kalau dia sudah sampaikan ke kepala sekolah kalau Jesika tidak minta maaf, maka dia tidak mau mengajar di kelas itu,” terang Juli Zega.

Sebelumnya diberitakan, Jesika, siswi SMPN 6 Padangsidimpuan, meminta perlindungan sekaligus melaporkan perlakuan seorang oknum guru berinisial LS ke Yayasan Burangir.
LS dituding berucap kasar yang kebetulan baru sembuh sakit akibat lakalantas, sehingga tidak mengerjakan tugas PR yang diberikan. “Kenapa tidak sekalian mati saja kau waktu kecelakaan itu,” begitu ucapan LS seperti ditirukan Jesika dalam laporannya ke Yayasan Burangir. Siswi kelas VIII itu kemudian mengaku disuruh LS pulang.

Dijelaskan Jesika, sebelumya ia mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Bypass Padangsidimpuan Batunadua. Akibatnya, Jesika harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya. Sedangkan temannya meninggal dunia. Setelah pulih, Jesika pun masuk sekolah. Begitu masuk sekolah, Jesika mengaku dihardik LS (guru bidang studi IPS) karena tidak mengerjakan PR. (zia)

Loading...