Tak Kantongi Izin & Dugaan Trafficking, Polisi Tutup Paksa Dzone Karaoke

SIDIMPUAN-M24 | Polres Kota Padangsidimpuan, menutup paksa kegiatan Dzone Karaoke di Jln SM Raja, Kec Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan. Tindakan tersebut dilakukan karena usaha hiburan itu diduga tidak memiliki perpanjangan izin.

Kapolres Kota Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya mengatakan, penutupan lokasi hiburan karaoke tersebut karena pemiliknya tidak memiliki perpanjangan sejumlah izin.

Menurut Hilman, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Dzone Karaoke tidak bisa menunjukkan perpanjangan izin usahanya.

Loading...

“Lokasi karaoke itu kami tutup paksa karena tidak memiliki izin,” tegas Hilman ketika dihubungi melalui telepon seluler, kemarin (18/8).

Hilman menyebut sejumlah izin yang tidak diperpanjang di antaranya izin keramaian. Menurutnya, tidak adanya perpanjangan izin keramaian sejak Mei 2018, sehingga atas nama hukum usaha tersebut terpaksa harus ditutup dan tidak boleh beroperasi.

“Penutupan itu demi menegakkan hukum di Padangsidimpuan, sehingga ke depannya, tidak akan ada lagi yang berani melanggar hukum,” ungkap Hilman.

Tentunya, lanjut Hilman, apabila suatu usaha tidak memiliki izin, maka akan merugikan, terutama masyarakat.

Hilman berharap kepada seluruh pemilik usaha di Padangsidimpuan agar mematuhi seluruh aturan yang berlaku, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, Ipda Irsan mengatakan, pihaknya sudah membuat segel garis polisi (police line) di lokasi Dzone Karaoke.

Selain itu, kata Irsan, pihaknya juga sudah memeriksa 5 orang korban yang diduga menjadi tindak pidana perdagangan orang di Dzone Karaoke.

Pihak kepolisian juga akan memanggil seluruh karyawan Dzone Karaoke, guna mengungkap fakta. “Ada dugaan, kelima orang ini menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” pungkasnya. (zia)

Loading...