Tak Terima Digusur, Eksekusi Lahan di Mabar Hilir Nyaris Ricuh

MEDAN DELI-M24 | Eksekusi tanah seluas 2600 m2 di Pasar III, Kel Mabar Hilir, Kec Medan Deli nyaris menimbulkan kericuhan. Pasalnya, warga mengklaim tanah tersebut merupakan warisan dari nenek moyang dan telah dikelola sejak puluhan tahun, Kamis (2/8).

Informasi diperoleh menyebutkan, eksekusi lahan yang dijadikan usaha meubel tersebut dilakukan setelah mendapat perintah eksekusi dari salinan putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan. Eksekusi yang dilakukan juru ekskutor dibantu pihak Polres Pelabuhan Belawan, POM AL, POM AD, Satpol PP dan OKP mendapat perlawanan dari warga dengan menghadang petugas eksekusi melakukan pengosongan lahan.

Aksi saling dorong sempat terjadi antara warga dan eksekutor yang melakukan eksekusi lahan yang dijadikan tempat usaha meubel tersebut.

Loading...

“Jangan kalian eksekusi dulu, di mana tanah yang mau kalian eksekusi, kalian tidak jelas,” teriak sejumlah warga.

Kericuhan akhirnya berhasil diredam setelah petugas Polres Pelabuhan Belawan mengamankan tiga orang warga yang melakukan penghadangan saat eksekusi berlangsung.

Salah seorang warga Agus mengatakan, tanah tersebut merupakan warisan dari nenek moyang mereka dan telah dikelola sejak tahun 1930 silam.

“Kami menempati tanah ini memiliki legalitas jelas. Ada riwayat sejarahnya. Tanah ini sudah puluhan tahun kami tempati,” sebut Agus.

Menurut Agus, selaku pewaris diberikan sewa garap dan membayar pajak oleh pihak perkebunan.

“Pewaris dari nenek kami adalah petani, kami bisa menerima warisan ini berdasarkan adanya surat yang kita pegang pada masa sebelum kita merdeka. Yang jelas pihak penggugat tidak mempunyai dasar surat. Gugatannya kami anggap cacat hukum,” bebernya.

Agus menjelaskan, penggugat atas nama Rita Helmi hadir di lahan itu setelah melakukan gugatan pada 2017 dengan menggunakan surat dasar landreform pada tahun 1965.

“Dari riwayat ahli waris almarhum Ahmad Dikun merupakan nenek kami yang memiliki surat lebih awal diterima dari perkebunan. Jadi, ini ada keganjilan. Maka kami akan mengajukan banding atas hasil keputusan yang dikeluarkan PN Medan,” pungkasnya. (mag1)

Loading...