Terjadi di PN Simalungun, Ratu Narkoba Cuma Divonis 2 Tahun

25

SIMALUNGUN-M24 | Rita Haryati Siregar yang didakwa JPU sebagai bandar narkoba cuma divonis selama 2 tahun penjara oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang bertindak sebagai pimpinan sidang dalam sidang yang digelar, kemarin. Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut Rita selama 8 tahun penjara.

Informasi yang dihimpun M24 di PN Simalungun, Selasa (4/9) sore, sidang Rita baru dimulai menjelang malam, atau sekira pukul 18.00 WIB, dimana saat itu hampir seluruh hakim dan pegawai pengadilan sudah berpulangan. Terlihat hanya ada beberapa orang.

Dalam membacakan amar putusannya, hakim menyatakan Rita warga Jln Lokomotif, Kel Melayu, Kec Siantar Utara, terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp800 juta subsider 3 bulan kurungan. Barang bukti berupa 2 unit mobil jenis Toyota Avanza dan KIA dirampas untuk negara. Sedangkan uang sebesar Rp24,4 juta dikembalikan kepada terdakwa.

Terkait vonis yang tak masuk akal itu JPU Agus Sinaga yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 8 tahun penjara denda Rp800 juta subsidair 3 bulan dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyatakan langsung banding. “Kita banding atas vonis tersebut, hari ini (Selasa) saya mengantar memori banding ke PN Simalungun dan akan mengambil salinan putusan karena saya masih menerima amar putusan majelis hakim,” ucap Agus.

Terpisah, para pejabat di PN Simalungun ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Mereka saling lempar bola. “Tadi saya sudah koordinasi sama Pak Ketua PN. Beliau arahkan ke Panitera untuk konfirmasi. Saya cuma menjalankan perintah,” kata Humas PN Simalungun, L Napitupulu.

Begitu juga dengan Parulian Hasibuan selaku Panitera Pengganti. “Kalau itu saya kurang paham coba koordinasi dengan Panitera J Nainggolan yang memegang berkasnya. Karena sampai saat ini salinan putusan belum sampai ke tangan saya,” kilah Parulian namun dia tetap membenarkan sidangnya digelar sore menjelang malam.

Sekedar mengetahui terdakwa Rita pada hari Kamis 22 Februari 2018 sekira pukul 19.30 WIB bertempat di Jln Singosari, Siantar ditangkap Sat Narkoba Polres Simalungun melalui hasil pengembangan.

Berawal dari penangkapan David Simangunsong (berkas terpisah) di Komplek Perumahan BAS di Jln Asahan, Simalungun. Pada saat ditangkap ditemukan 1 bungkus plastik klip berisi sabu yang pada saat diinterogasi diakui oleh David dibelinya dari Rita.

Penangkapan itu kemudian dikembangkan. Rumah Rita digerebek namun dia berhasil lolos. Dari rumah Rita ditemukan 1 plastik klip besar berisi sabu, 60 plastik klip kosong serta peralatan menghisap sabu.

Keesokan harinya, tepatnya pada Jumat 2 Maret 2018, Rita berhasil ditangkap. Dari tangannya petugas menyita sejumlah barang bukti seperti 8 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 2,64 gram, uang dan 2 unit mobil. (adi)

Loading...