Tujuh Polres laksanakan pelatihan literasi digital

17

Rommy – Sibolga | Polres Sibolga melaksanakan acara pelatihan Literasi Digital bagi personil Bhabinkamtibmas, Reskrim, Intelkam, Humas, dan Sitipol yang diikuti Polres Tapteng, Polres Padang Sidimpuan, Polres Tapanuli Selatan, Polres Madina, Polres Nias dan Polres Nias Selatan, Jumat (13/4)

Dengan tema ”Dinamika kebijakan konten internet Indonesia dan upaya membangun aksi positif di dunia maya” ini, bertujuan untuk mengenal ketertarikan sikap tentang penggunaan teknologi terhadap literasi digital yang merupakan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasi, menganalisis dan mengevaluasi informasi media, membangun pengetahuan baru serta menciptakan dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Nasional Sibolga turut dihadiri AKBP Artini sebagai Kasubdit Binluhtib, perwakilan dari Kementrian Kominfo Sumut, Wakapolres Sibolga Kompol Riza Fehlevi Lubis, SH, Perwakilan dari masyarakat anti fitnah, para PJU perwakilan masing-masing Polres, para bintara dan perwakilan Bhabinkamtibmas.

“Semoga para peserta dapat semaksimal mungkin mengikuti pelatihan dan dapat menyerap banyak informasi dari narasumber, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat nantinya,” ucap Wakapolres Sibolga, Kompol Riza Fehlevi Lubis, SH.

Kasubdit Binluhtib, AKBP Artini menjelaskan, latar belakang pelatihan ini mengingat tahun 2018 merupakan tahun politik yang akan meningkatkan suhu politik, sehingga diduga dapat berimbas pada konflik sosial ditengah masyarakat.

Diharapkan, Bhabinkamtibmas melaksanakan giat dds(door to door system) dan wajib melaporkan kepada Kasat Binmas masing-masing dengan perhitungan target 1.700 kegiatan se-Polda Sumut.

“Begitujuga dengan satuan Intelkam dapat memberikan rekomendasi kepada Bhabinkamtibmas, untuk saling bekerjasama terkait lokasi rawan yang perlu disambangi oleh Bhabinkamtibmas,” ucap AKBP Artini.

Isi pelatihan literasi yang disampaikan perwakilan dari Kementrian Kominfo Sumut mengenai jenis ancaman yang ada di internet antara lain penipuan, pencurian data pribadi, cyber bully, phising, pornografi, pencemaran nama baik hoax, perjudian, malware.

Sedangkan dari masyarakat anti fitnah menyampaikan mengenai transisi media yang terus berkembang melalui aplikasi yg demakin canggih sehingga dimanfaatkan oleh orang tetentu untuk membuat isu hoax yg bersifat missinformasi ( informasi yg disebar tanpa tujuan), hasut, satire, opini, framing.

Loading...