Usai Liputan, Wartawan Diancam Pengusaha Galian C

Biru-Biru-M24 | Pengancaman terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini menimpa E Ginting seorang wartawan terbitan Medan mengalami pengancaman oleh pengusaha galian, JP di Lau Semei-mei, Desa Namotualang, Kab Deliserdang, Selasa (31/7).

Kepada M24 E Ginting mengatakan, awal mula peristiwa itu terjadi ketika dirinya mendapat informasi kedatangan pegawai dari Dinas Pertambangan Provinsi Sumut turun ke lokasi galian milik JP. Mendengar itu, dirinya mendatangi lokasi guna peliputan.

Usai meliput dan mengonfirmasi kepada petugas Dinas Pertambangan, dirinya dihampiri oleh JP bersama rekan-rekannya. Tak terima, JP mengintimadasi dan mengancam dirinya agar tidak membuat berita terkait galian tersebut.

Loading...

Namun sebelum mobil melaju pergi saat itu juga pengusaha JP dan atek-anteknya menyarankan agar E Ginting turun dari mobil dinas pertambangan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, dirinya membuat laporan pengaduan ke Polres Deliserdang dengan nomor: LP/481/VIII/2018/SU/RES DS tanggal 01 Agustus 2018.

“Saya disuruh turun dari mobil Dinas Pertambangan itu, begitu turun aku langsung diintimidasi juga diancam habis-habisan oleh JP dan antek-anteknya. Untung saat itu Kasi Trantib Kecamatan Biru-Biru, Masa Barus masih ada di lokasi dan dapat menenangkan mereka dan akhirnya aku ikut dia keluar dari lokasi galian itu, ” ujar Elison.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) Sumatera Utara, Ligem Ginting mengaku sangat menyesalkan tindakan JP dan rekannya. Menurutnya, pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan penguasa, supaya tidak berbuat sesuka hati dan melakukan perbuatan yang melanggar aturan serta melawan hukum.

“Jangan karena dekat dengan penguasa, pihak-pihak tertentu memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan dengan merusak alam, serta menggunakan cara-cara premanisme. Semua pihak harus melawan cara-cara premanisme tersebut,” cetusnya.

Ditambahkannya, aparat penegak hukum diminta menindaklanjuti laporan pengaduan korban dan mengusut terjadinya perusakan lingkungan.

“Polres Deli Serdang harus menindaklanjuti pengaduan korban, karena wartawan dilindungi oleh Undang-Undang. Selain itu, Polisi juga harus mengusut peyebap terjadinya pengrusakan lingkungan di Kecamatan Biru- Biru,” pungkasnya. (jasa)

Loading...