Walikota Tebingtinggi : Jangan jadikan perbedaan pemicu perpecahan

11

Agus-Tebingtinggi | Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan membuka kegiatan diskusi Menjaga Kerukunan dan Antisipasi Ujaran Kebencian SARA di Aula Kementrian Agama, Jln Pendidikan Kota Tebingtinggi, Selasa (10/4).

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan, meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan budaya, jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu perpecahan bangsa Indonesia.

“Mari kita jadikan perbedaan itu menjadi suatu indah yang semestinya kita banggakan dan kita jaga. Kepada kita semua jangan pernah mengklaim bahwa diri kita yang lebih baik dari yang lain, karena itu bisa memicu perpecahan,” ujarnya.

Selain itu, Walikota juga mencontohkan tentang sejarah berdirinya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia. Menurutnya, suatu kerajaan tidak bisa bertahan dan hancur dikarenakan adanya penghianatan dan perpecahan dari dalam keraajaan tersebut.

“Dan kita tahu bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia ini bukan karena pemberian melainkan dari perjuangan, persatuan dan keinginan untuk merdeka. Untuk itu, jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu perpecahan diantara kita,” imbuhnya.

Walikota mengingatkan, apabila mengeluarkan pendapat atau komentar di depan umum yang kita tidak tahu kebenarannya, lebih baik diam karena dapat menimbulkan ujaran kebencian.

“Jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang ada di media sosial, karena berita yang ada di media sosial itu lebih banyak salahnya dari pada kebenarannya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Kota Tebing Tinggi HM Hasbie, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Abu Hasyim Siregar, Ketua PD Al Washliyah H Ghazali Saragih, PD Muhammadiyah, PD Al Ittihadiyah dan para tokoh agama se Kota Tebing Tinggi.

Loading...