15 miliar dibagi 1.729 guru honorer

15

Bar-Medan |Upaya untuk mensejahterakan guru honorer atau guru non PNS di Kota Medan dianggap belum maksimal. Pasalnya, anggaran sebesar Rp15 miliar yang ditampung di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pendidikan Kota Medan 2018, dianggap masih terlalu kecil.

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri di acara Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Kota Medan dengan tema ‘Sejahterakan Guru Honorer’ di ruang Fraksi PKS lantai 4 gedung DPRD Medan, Kamis (11/1/2018).

Hasan mengungkapkan jumlah guru honorer untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1.729 orang yang mengajar di sekolah-sekolah negeri di Kota Medan.

Dengan jumlah tersebut dan masih minimnya anggaran yang ditampung di APBD Kota Medan TA. 2018, maka honor yang akan diterima oleh masing-masing guru itu jauh dari jumlah Upah Minimum Kota (UMK) Kota Medan.

Padahal, tujuan awal ditampungnya anggaran untuk guru honorer di APBD Kota Medan TA. 2018 untuk mensejahterakan para guru honorer, dengan menyesuaikan pendapatan guru honorer dengan UMK Kota Medan.

“Dari total anggaran sebesar Rp15 miliar, kalau dibagi rata untuk 1.729 guru honorer di Medan, maka masing-masing mereka hanya akan menerima Rp700 ribu per bulan. Jumlah itu masih sangat jauh dari UMK kita,” jelasnya.

Untuk itu, Hasan menambahkan pihaknya akan membahas masalah pembagian tunjangan untuk guru honorer itu bersama DPRD Kota Medan. Mengingat, tidak layak bila tunjangan guru honorer itu dibagi rata, dengan masa kerja guru honorer yang berbeda-beda.

“Dari catatan kami, lebih dari 1.000 guru honorer yang telah memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun dan sisanya memiliki masa kerja di bawah 5 tahun. Tidak pantaslah kita berikan honor untuk guru honorer yang baru masuk kerja dengan guru honorer yang sudah mau pensiun dengan gaji yang sama. Makanya, masalah ini harus kita bahas lagi,” bilangnya.

Menanggapi itu, anggota Komisi B DPRD Kota Medan Jumadi mengungkapkan walau anggaran untuk guru honorer itu masih terbilang kecil, tetapi setidaknya itu menjadi langkah awal yang baik untuk mensejahterakan para guru honorer di Kota Medan.

“Bukan tidak mungkin anggaran itu kita perjuangkan lagi untuk ditambah. Target kita, bagaimana guru honorer itu bisa mendapatkan gaji sesuai UMK,” ungkapnya.

Loading...