ADI Sumut Bahas Kondisi Pendidikan Indonesia

212

ADI SUMUTM24.co-MEDAN
Suatu organisasi yang dibangun selayaknya dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi para anggotanya. Oleh karena itu, melalui organisasi Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) kiranya kita dapat bersama-sama untuk meningkatkan dan mengembangkan ADI khususnya di Sumatera Utara.

ADI memliki visi dan misi untuk para dosen di Indonesia, namun dapat disesuaikan dengan kondisi di Sumtera Utara. Adapun visi ADI tersebut adalah untuk meningkatan kompetensi didalam melaksanakan Tridhrama perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing bangsa sekaligus berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan dosen diIndonesia.

Demikian seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Majelis Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Wilayah Sumatera Utara Prof Dr Ir Sumono MS dalam acara Sarasehan Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ADI Sumut 2016. Acara yang bertemakan “Kondisi Pendidikan Tinggi Terkini DiIndoneia” tersebut dihadiri dan dibuka oleh Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum sekaligus menjadi pembicara, turut hadir juga Wakil Rektor II USU DR dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed(OG) Sp(OG) (K), Rektor Unimed yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Unimed yang juga sekaligus sebagai pembicara dalam acara sarasehan tersebut, dan dihadiri oleh para pengurus ADI serta dosen PTN dan PTS di lingkungan Kopertis Wilayah I.

Dalam paparannya Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum “Membangun Kompetensi merupakan kewajiban dan kemudian barulah kita dapat menerima hak. Falsafah kewajiban dan hak ini merupakan falsafah dari masyarakat timur, terutama Indonesia, Cina dan Jepang”, ungkap Prof Runtung. Ditambahkannya, “saat ini universitas melalui para dosennya dituntut agar dapat meraih capaian keberhasilan pengajaran dan pendidikan. Usaha capaian tersebut sering disebut dengan berbagai istilah, seperti, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Standar Kualifikasi Luluasan (SKL).

Maka menurut pemikiran kami bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi tersebut adalah dengan mengusulkan pelatihan tentang capaian pembelajaran agar segera dilaksanakan oleh pimpinan universitas atau perguruan tinggi”, ungkap Rektor USU tersebut dalam penyampaian materi Sarehan ADI Sumut 2016 bertempat di ruang IMT GT gedung BPA USU.

Lebih lanjut Prof Runtung menyampaikan bahwa, Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) perlu mengusulkan tentang peran serta kepada pimpinan universitas masing-masing dalam usaha pencapaian KKNI maupun SKL baik dalam bentuk pelatihan maupun lokakarya. Selain dari peningkatan capaian pembelajaran, bahwa standar penilaian dari BAN PT juga menjadi pedoman dalam rangka melakukan Fungsi dan Tugas Pokok (Tupoksi) bagi para dosen maupun pimpinan unit kerja masing-masing di universitas atau perguruan tinggi.

“Jadi selain melakukan pengajaran kepada mahasiswa, para dosen juga diharapkan dapat mengikuti dan melakukan kegiatan akademik lainnya yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi pribadi, seperti menulis di jurnal yang terakreditasi, terutama pada jurnal internasional yang terindek Scopus, dan kembali lagi bahwa pimpinan universitas perlu berperan serta dalam memotivasi para dosen untuk dapat aktif menulis dan melakukan penelitian. Saya tidak bisa membayangkan USU akan naik pada peringkat keberapa bila banyak dosen USU yang aktif menulis pada jurnal internasional. Tulisan yang masuk ke jurnal internasional yang terindek Scopus juga merupakan salah satu penilaian bagi Akreditasi Universitas”, demikan Prof Runtung mengakhiri paparannya.

Sementara itu Bisru Hafi SSos MSi selaku Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat MPW ADI Sumut menyampaikan, Sarasehan MPW ADI Sumut tahun 2016 ini diakhiri dengan beramah tamah diantara sesama pengurus MPW ADI Sumut beserta para dosen dan peserta sarasehan dan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung di ruang serbaguna lantai 4 gedung BPA USU. (red)

Loading...