Di Tebing Tinggi, Guru Swasta Sebut PPDB Online Abaikan Perwal

373
Para guru sekolah swasta di Tebing Tinggi saat menggelar aksi
Para guru sekolah swasta di Tebing Tinggi saat menggelar aksi
Para guru sekolah swasta di Tebing Tinggi saat menggelar aksi

M24.co-TEBING TINGGI-

Puluhan guru sekolah swasta terdiri dari SMP, SMK dan SMA menggelar aksi di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Kamis (3/8/2016) sekira pukul 14.30 WIB. Aksi para guru menyangkut penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Tahun Ajaran 2016-2017 di Kota Tebing Tinggi.

Para guru melalui kordinator lapangan (Korlap) tingkat SMP, Partogi Sitohang menyatakan, dalam peraturan Walikota (Perwal) Nomor 422.2/946/2016 tertanggal 20 Mei 2016, disebutkan untuk sekolah negeri harus sembilan ruangan belajar (Rombel). Kemudian SMP Negeri harus 36 siswa per rombel, sedangkan SMA Negeri dan SMK  Negeri harus 40 per rombel.

Tapi, kata Partogi, sangat disayangkan, hasil PPDB Online TA 2016-2017, ternyata sekolah negeri bertambah menjadi 12 rombel, kemudian SMP Negeri terdapat melebihi 36 siswa per rombel dan SMA Negeri juga terdapat melebihi 40 siswa per rombel.

Hal itu dibuktikannya di SMP N 1 terdapat sebanyak 50 siswa per rombel, SMP N 9 terdapat 48 siswa dan SMK N terdapat 48 siswa. “PPDB Online TA 2016-2017 soal jumlah rombel maupun jumlah didalam rombel tidak sesuai Perwal,” Sebut Partogi.

Diungkapnya, terjadinya pelanggaran Perwal tersebut sangat mempengaruhi sekolah swasta, terlebih lagi para guru. Dimana penggajian para guru swasta tergantung uang sekolah para siswa/i, sedangkan para guru negeri berdasarkan golongan guru tersebut.

“Aksi demo ini para guru swasta demi memperjuangkan perut dan kebutuhan anak. Jadi kami mau mendesak DPRD mengusut PPDB Online dan mempertanyakan apa tujuan Perwa kalau memang bisa dilanggar,” kata Partogi mengakhiri.(nal)

 

Loading...