Ini Sebabnya MTQ di Batubara Sepi Pengunjung

51

HARI-BATUBARA|Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Batubara yang digelar selama 5 hari di Lapangan S.Kompleks Perumahan PT.Inalum Tanjunggading, Kecamtan Sei Suka, Kabupaten Batubara sepi pengunjung.

Masalahnya, meski pelaksanaan sudah selesai ditutup Wakil Bupati Batubara H Hary Nugroho SE, Senin malam (24/4/2017), namun antusiasme pengunjung sangat minim.

Hal ini terjadi diduga kurangnya sosialisasi yang dilakukan sehingga dapat menarik pengunjung untuk datang menyaksikan acara tersebut.

Diketahui ada beberapa faktor yang menjadi penyebab MTQ Kab.Batubara sepi pengunjung yaitu, selain penempatan lokasi di dalam komplek yang memiliki aturan ketat untuk masuk maupun keluar, lokasi itu juga memiliki aturan yang khusus sehingga harus memakai helm dan diperiksa surat -suratnya, dan ini juga membuat umat islam khususnya, enggan untuk datang dalam acara itu.

“Kami sebenarnya sangat kecewa dengan lokasi yang menjadi tempat MTQ ini. Sebab, selain tempatnya yang cukup jauh, tempatnya itu juga terlalu ketat bagi kami para pengunjung yang ingin menyaksikan acara MTQ itu”, ucap Tofik sala seorang pengunjung.

Lanjutnya kembali, ramai saat pawai pembukaan saja, namun ketika pelaksanaan berlangsung hingga malam penutupan dari bangku dibawah tenda untuk tempat duduk VIP juga banyak yang terlihat kosong, dan bagi bangku pengunjung juga lebih terlihat kosong.

“Ini yang kita sayangkan pada pelaksananya. Anggaran besar kok bisa begitu pelaksanaannya”, kata Agus menimpali.

Kabag Kesejahteraan Sosial (Kesos), H.Sari Syam SPd, saat dikonfirmasi mengatakan, lokasi pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten Batubara kali ini atas surat permohonan dari Pemkab Batubara kepada perusahaan. Atas dasar itu perusahaan melalui direktur merealisasikan lokasi MTQ.

“Biasanya kita melaksanakan kegiatan rutin tahunan ini di tiap-tiap kecamatan, namu kali ini dilaksanakan dilokasi di Lapangan Kompleks Perumahan PT Inalum. Karena mereka juga punya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sendiri dan khusus”, jelas Sari Syam.

Dia juga mengakui kalau antusias masyarakat minim, pada hal itu menurutnya, surat kedinas-dinas sudah dilayangkan untuk pengerahan massa termasuk KUPT Disdik untuk mengerahkan anak sekolah, namun tidak juga terealisasi.

Menjawab wartawan terkait anggaran yang digelontarkan untuk kegiatan. Sari Syam menegaskan anggaran kegitan ditampung APBD 2017 sebesar Rp 374 juta. Kemudian sumbangan pihak ketiga PT Inalum langsung pada pemenang sebesar Rp.20 juta. Bank Sumut Cabang Lima Puluh berupa dana tabungan uang pembinaan sebesar Rp.10.600.000.

“Gak ada perusahaan lain, hanya dua saja, yaitu PT.Inalum dan PT Bank Sumut Lima Puluh”, ucapnya kembali.

Loading...