PA Muhammadiyah Kisaran menjaga semangat generasi penerus

35

KISARAN-M24 |Ketiadaan orangtua di sisinya tidak membuat Yunita patah semangat menatap masa depan yang lebih baik. Ia pun bertekad bekerja keras untuk menjadi pribadi yang berhasil.

Sejak kecil, Yunita sudah kehilangan sosok ayah. Keberadaan ibunya pun tak lagi dia ketahui. Saat usia lima tahun, Yuni (sapaan akrabnya) dititipkan ke Panti Asuhan (PA) Muhammadiyah Putri di Jln Setiabudi Gg Cempedak, Kel Selawan, Kec Kisaran Timur, Kab Asahan.

Bertemu dengan teman-teman senasib membuat Yuni merasa tak sendiri. Ia pun mulai menatap masa depannya dengan mengikuti pendidikan di Sekolah Dasar (SD). Saat ini, Yuni duduk di Kelas XI salah satu SMK di Kisaran. Dirinya juga mengikuti kursus Bahasa Inggris, menjahit.

Di bulan Ramadhan ini, Yuni bersama anak-anak asuh lainnya khusyuk menjalankan ibadah dan membaca Al Quran. Semangat tinggi yang dimiliki Yuni diamini pengurus panti yang juga orangtua asuh, Asril Adi.

“Dibulan suci Ramadhan ini ia begitu bersemangat mengikuti pelajaran. Baik mengaji, les dan kursus menjahit. Meskipun intensitasnya dikurangi. Lebih banyak ibadah dan tadarus bersama anak asuh lain sembari menunggu waktu berbuka dengan lauk seadanya,” jelas Asril Adi kepada M24, Selasa (22/5).

Menurut Asril Adi, Panti Asuhan Muhammadiyah didirikan oleh Musamin sekitar tahun 1984. Tiga tahun kemudian, pihak panti mendapat bantuan lahan hibahan dari Sayid Yusuf, mantan Ketua DPRD Kabupaten Asahan era 1990. Pendirian panti juga mendapat dukungan dari dr. Ansaruddin.

Seiring perjalanan waktu, PA Muhammadiyah ini memiliki dua lokasi putra dan putri yang berjarak sekitar 250 meter. Ada 35 anak di panti putra sementara 30 anak di panti putri. Anak-anak penghuni panti juga berkesempatan mengecap pendidikan dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

“Pendidikan anak-anak asuh menjadi perhatian kita sehingga sebagai generasi muda mereka dapat menyaring mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang bermanfaat maupun tidak dibutuhkan. Apalagi sekarang kita memasuki era kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu luar biasa, khususnya di bidang informasi dan teknologi,” tutur Asril Adi.

Dirinya mengatakan, pendidikan karakter bangsa harus terus diberikan kepada para generasi penerus untuk membentengi mereka dari ancaman paham kekerasan dan ideologi yang merusak. Pendidikan karakter bangsa bisa berupa penguatan ideologi Pancasila serta pemahaman nilai-nilai agama yang benar. (Khairul)

Loading...