Pecat 15 Guru Honor SMKN II, Dinas Pendidikan Sumut Diminta Pecat Kepala SMKN II Kisaran

12

MEDAN-M24 | Anggota Komisi E DPRD Sumut, Ir Juliski Simorangkir MM, meminta Kacabdis Pendidikan Kisaran, Drs Sapri Moesa MM dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, memecat Kepala SMKN II Kisaran, Drs Zulfikar, bila tidak mengembalikan 15 Guru Tidak Tetap (GTT) yang dipecat sejak 2 bulan lalu.

Kepada M24, Sabtu (8/9) siang, Juliski membeberkan, sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin 3 September 2018, di gedung dewan, Komisi E DPRD Sumut telah mengeluarkan 4 rekomendasi terkait sikap Kepsek yang mencabut semua jadwal mengajar 15 GTT SMKN II Kisaran. Politisi PKPI ini merinci, ke-4 rekomendasi di antaranya, Komisi E DPRD Sumut meminta Dinas Pendidikan Sumut mengevaluasi pemecatan 15 GTT SMKN II Kisaran. Kedua, Komisi E meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Sumut dan Kacabdis Pendidikan Kisaran terkait pemecatan 15 GTT paling lambat 1 minggu. Ketiga, Dinas Pendidikan Sumut harus memastikan apakah boleh Kepsek memecat 15 GTT secara sepihak. Keempat, Komisi E minta Kepala SMKN II Kisaran dievaluasi.

“Kalo Kepsek itu tak mengembalikan 15 GTT mengajar, kita imbau dipecat saja Kepsek tersebut,” tegas Juliski melalui saluran telepon,” imbuhnya.

Ketua DPP PKPI Sumut ini pun menyesalkan kebijakan Kepala SMKN II, sebab SK penugasannya sendiri baru sebatas dari kabupaten. Bagi Juliski, bila 15 GTT terbukti bersalah, tentu saja DPRD Sumut tidak membantu apalagi melindungi. Tapi menjadi sangat aneh ketika pemecatan dilakukan sepihak, namun tidak diketahui Kacabdis Pendidikan Kisaran.

“Kacabdis gak perlu koordinasi ke atasan sebab tak ada kesalahan. Kembalikan saja 15 GTT mengajar lagi. Kemudian evaluasi SK pemecatan yang dikeluarkan Kepsek itu apakah sudah sesuai ketentuan atau subjektif,” tutup Juliski.

Sebelumnya, pantauan M24 saat RDP Komisi E DPRD Sumut Senin (3/9), anggota Komisi E DPRD Sumut, seperti Firman Sitorus tampak kecewa terhadap Kepsek SMKN II Kisaran Drs Zulfikar, Kacabids Pendidikan Kisaran Drs Sapri Moesa MM serta pejabat Dinas Pendidikan Sumut James Siagian. “Dinas Pendidikan Sumut jemput bola dong. Batalkan dan anulir keputusan Kepsek atas pemecatan 15 guru honor. Sekarang mereka dipecat, apa tindakan Kacabdis Pendidikan Kisaran,” cecar Firman Sitorus.

Tidak Wewenang Kepsek
Menanggapi reaksi legislator, pejabat Dinas Pendidikan Sumut, James Siagian, menegaskan, tidak sepenuhnya Kepsek SMKN II Kisaran punya wewenang memecat 15 guru honor. James mengungkapkan, hingga kini Dinas Pendidikan Sumut belum menerbitkan SK penugasan tahun belajar baru.

Usai RDP, Kepala SMKN II Kisaran, Drs Zulfikar, yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan, keputusan memecat 15 guru honor dilandasi Permendikbud No 15/2018 tentang jam mengajar. “Guru berstatus ASN/PNS kekurangan jam kerja mengajar. Makanya semua pungkas Zulfikar. (budiman)

Loading...