Peserta PKH STTU Jehe diharapkan berdaya guna

26
Peserta PKH di Kecamaan STTU Jehe (M24-Edy Ilva S)

Ibon-Pappak Bharat | Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak 2007, pemerintah Indonesia telah melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) di berbagai kabupaten/kota. Termasuk di Kabupaten Pakpak Bharat. PKH telah mencakup 8 kecamatan dan 52 desa, tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Menurut Kepala Dinas Sosial Pakpak Bharat, Simon Isak Maibang, peserta PKH tidak semata hanya diberikan bantuan tunai. Tetapi juga diharapkan memiliki pengetahuan tambahan, agar bisa menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) aktif, berdaya guna dan berdaya saing di era globalisasi saat ini.

“Pengetahuan tentang kesehatan dan gizi anak, pendidikan dan pengasuhan anak, perlindungan anak, perlindungan disabilitas dan kesejahteraan lanjut usia, ekonomi dan wirausaha, menjadi komponen-komponen yang wajib diketahui seluruh KPM, dengan membuat pertemuan kelompok P2K2 terencana dan terstruktur, di Pakpak Bharat,” terang Simon kepada M24, Kamis (8/2), melalui selulernya.

Lebih lanjut dijelaskannya, supervisor PKH dan pendamping PKH Pakpak Bharat, memberikan pengetahuan tambahan tentang kesehatan dan gizi anak di Desa Kaban Tengah, Kecamatan STTU Jehe, dengan KPM berasal dari Dusun Kutarimbaru, Dusun Kuta Onan, Dusun Kuta Parira dan Dusun Siburku. Sementara, Desa Perolihen dengan KPM berasal dari Dusun Nantimbo, Dusun Lae Parira, Dusun Lae Kemenjen, Dusun Lae Mbara, Dusun Ae Cih dan Dusun Sibaha, Kecamatan STTU Jehe Kabupaten Pakpak Bharat.

“Metode yang digunakan dalam pertemuan kali ini menyesuaikan lokasi pertemuan. Pada pertemuan kali ini digunakan metode diskusi dua arah, antara supervisor, pendamping dan KPM. KPM menunjukkan antusiasnya dengan turut serta berperan aktif, dalam pembelajaran penambahan wawasan tersebut,” pungkasnya.

Loading...