Pemkab Tapteng gelar pelatihan paket teknologi PUTK dan PUTS

11

Rommy-Tapteng | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan gelar Pelatihan Paket Teknologi Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) kepada para penyuluh pertanian, senin (23/10/2017) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Bonaparte Manurung dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan pelatihan Paket Teknologi PUTK dan PUTS tersebut, sangat penting dilakukan kepada penyuluh pertanian di Tapteng mengingat penyuluh pertanian merupakan garda terdepan untuk keberhasilan sektor pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan garda terdepan, ujung tombak dari keberhasilan sektor pertanian. Dan tolak ukur dari keberhasilan kinerja penyuluh adalah peningkatakan produksi pertanian, dan untuk meningkatkan produksi pertanian, maka sangat dibutuhkan penerapan teknologi yang tepat,”ujar Bonaparte.

Seiring perkembangan zaman saat ini, kata Bonaparte, maka penyuluh pertanian dituntut untuk menguasai teknologi yang dari tahun-ketahun berkembang dengan pesat.

“Salah satu teknologi yang harus dikuasai adalah perangkat uji tanah kering dan perangkat uji tanah sawah,”katanya.

Dijelaskannya, dengan penggunaan PUTK dan PUTS, penyuluh pertanian akan dengan mudah mendapat informasi kadar hara tanah, sehingga penyuluh bisa memberikan rekomendasi dosis pemupukan.

“Begitu juga di tanah sawah, penyuluh bisa merekomendasikan dosis pemupukan lebih tepat dan efisien karena didasarkan status hara tanah dan kebutuhan tanaman,”ucap Bonaparte sembari menuturkan bahwa oleh karennya pihaknya sangat penting memberikan pelatihan PUTK dan PUTS kepada para penyuluh pertanian.

Ditegaskannya, ia berharap para penyuluh pertanian dapat untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan serius, sehingga ada Output yang bisa dihasilkan dari pelatihan yang dilaksanakan itu.

“Setiap penyuluh harus bisa menguji kadar hara tanah, baik tanah kering dan tanah sawah dengan PUTK dan PUTS. Karena, kedepan kita berencana akan buat program untuk menguji sawah-sawah yang ada di tapteng, sehingga setiap penyuluh harus memiliki informasi kadar hara tanah diwilayah kerjanya,”harapnya.

Ditambahkannya, dengan mengetahui informasi kadar hara tanah, penggunaan pupuk yang tepat dan efisien, didukung dengan benih yang unggul dan disuport teknologi lainnya, maka peningkatan produksi pangan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Tapteng sebagaimana visi misi Dinas Ketahanan Pangan Tapteng akan dapat tercapai.

“Kepada bapak-bapak narasumber, kami berharap agar berkenan memberi pengetahuan seluas-luasnya kepada penyuluh kami. Karena kami menyadari masih banyak informasi dan ilmu yang berkaitan dengan tanah yang tidak kami ketahui,” katanya.

Loading...