Toge Panyabungan paling digemari saat berbuka

29

SIDIMPUAN-M24 |Banyak menu makanan khas Mandailing yang digemari saat berbuka puasa. Salah satunya adalah Toge Panyabungan.

Menu makanan khas Panyabungan ini selalu diburu warga Kota Padangsidimpuan jelang berbuka puasa. Pasalnya, menu makanan ini hanya ada pada saat bulan Ramadhan.

Jika mendengar namanya, orang akan menyangka penganan ini sejenis sayuran. Namun, Toge Panyabungan adalah minuman manis yang biasanya ada pada saat bulan Ramadhan. Panganan ini sering menjadi menu favorit untuk berbuka puasa masyarakat Mandailing.

Sekilas Toge Panyabungan hampir seperti es campur atau es cendol. Namun yang membedakannya adalah isi yang terkandung didalamnya. Tidak hanya santan, gula merah dan cendol, tetapi ada juga ketan, pulut hitam, pulut tape, candil, dan lupis.

Dalam penyajiannya, terkadang diberi es untuk menambah rasa dingin. Biasanya minuman ini bisa ditemukan menjelang waktu berbuka puasa di sepanjang jalan Kota Panyabungan, Padangsidimpuan, Sipirok ataupun pasar-pasar tradisional di daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Penikmat Toge Panyabungan pun dari berbagai kalangan masyarakat. Tak heran bila pedagang Toge Panyabungan ramai tersebar, baik di pinggiran jalan maupun di pasar tradisional. Di Kota Padangsidimpuan, selai di pasar tradisional, pedagang Toge Panyabunga bisa ditemukan di Alaman Bolak.

“Di luar bulan Ramadan, Toge Panyabungan ini sulit ditemukan. Lebih sering adanya hanya di bulan puasa. Makanya nggak heran kalo warga memburu makanan ini untuk berbuka puasa,” kata Pak Regar (50), salah seorang warga Sidimpuan yang menggemari Toge Panyabungan.

Hal sendad disampiakan Buk Asmidar, seorang pedangang Toge Panyabungan di Alaman Bolak Kota Padangsidimpuan. “Kami memang sengaja menjual Toge Panyabungan di bulan Ramadan untuk menu berbuka puasa. Karena memang di bulan puasalah makanan ini cukup digemari warga,” kata Buk Asmidar, saat ditemui M24, Selasa(22/5).

Buk Asmidar mengaku menjual Toge Panyabungan miliknya sendiri, dan penghasialnnya bisa mencapai Rp2 juta- Rp3juta perhari. Menurut Buk Asmidar, Toge yang dia jual berbeda atau lebih khas cita rasanya dibanding Toge umumnya.

“Toge Panyabungan yang saya jual asli langsung didatangkan dari Panyabungan. Pemilik memesannya melalui agen di Panyabungan. Kemudian dijemput di terminal dan dijual di sini,” bilangnya.

Buk Asmidar menambahkan, Toge Panyabungan dijual seharga Rp7.000 per bungkus. “Saya berjualan mulai pukul 15:00 hingga waktu berbuka puasa,” imbuhnya.

Menurutnya, pada puasa tahun sebelumnya, Toge Panyabungan selalu laris dan terjual habis. “Untuk tahun ini kami belum tahu, lihat rezekilah. Mudah-mudahan sama dengan tahun lalu,” harapnya.

Masih menurut Buk Asmidar, Toge Panyabungan ini disajikan mengunakan santan dan gula merah. “Apalagi kalo pakai es batu, sangat segar. Saya sendiri pun setiap berbuka puasa selalu menyantap Toge Panyabungan,” pungkasnya. (kevin)

Loading...